Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Indonesia Open 2017 Cari Juara Baru Ganda Putra dan Campuran

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Indonesia Open 2017 mencari juara baru untuk sektor ganda putra dan ganda campuran. Mengingat di tahun ini, dua juara bertahan tidak lagi tampil, posisi juara pun kosong di dua sektor tersebut.

Di ganda putra, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dipastikan tidak akan turun setelah tahun lalu, selepas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 memutuskan untuk pensiun.  Begitu juga di ganda campuran, pasangan Xu Chen/Ma Jin juga tidak akan ambil bagian lagi. Sama dengan pasangan putra Korea, Ma Jin selepas Olimpiade juga pensiun. 

Dengan kosongnya dua posisi juara tersebut, maka Indonesia memiliki kesempatan untuk bisa merebut gelar di dua sektor tersebut. Terlebih ganda putra dan campuran merupakan sektor unggulan Merah Putih. 

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernadi Gideon dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tetap masih menjadi tumpuan Indonesia. Tapi, PBSI sendiri ternyata tidak mematok target tinggi. Tidak perlu dua gelar. Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti saat jumpa pers jelang turnamen mengatakan, hanya cukup satu gelar untuk bisa Indonesia kembali bersinar setelah tiga tahun absen gelar. Gelar terakhir dipersembahkan oleh pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Muhamad Ahsan pada 2013 lalu. 

"Tumpuan tetap di ganda putra dan campuran. Tidak bisa dipungkiri, karena kedua sektor tersebut yang saya lihat lebih siap dibandingkan yang lain. Soal gelar juara, silakan mau dari ganda putra atau campuran minimal satu lah. Sementara untuk sektor lainnya, target yang harus dicapai adalah adanya peningkatan performa dari tahun-tahun sebelumnya," ucapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 11 Juni 2017.

Di ganda putra, PBSI menurunkan lima pasangan utama pelatnas. Selain KevinMarcus juga ada Berry Anggriawan/Hardianto yang kemarin baru merebut gelar Thailand Gold GP, Ahsan/Rian Agung Saputro, Fajar Alfian/M. Rian Hardianto, dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang diunggulkan di tempat kedelapan. Dengan banyaknya wakil Indonesia yang akan bermain di babak utama, diharapkan sektor ini bisa saling bahu membahu untuk bisa mewujudkan gelar. 

Jika melihat undian, para ganda Indonesia memiliki kans cukup besar untuk minimal bisa mencapai babak perempat final. Misalnya seperti Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang dibabak pertama akan bertemu pasangan kualifikasi. Bila berhasil lolos mereka akan bertemu dengan rekan pelatnasnya Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang merupakan unggulan kedelapan. Dengan begitu satu tempat di babak "8 Besar" pun akan jadi milik Indonesia. 

Kemudian Marcus/Kevin, di babak pertama mereka akan bertemu dengan pasangan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Secara head to head, andalan Merah Putih ini sementara masih unggul dari dua pertemuan mereka. 

Jika maju, di babak selanjutnya mereka akan bertemu dengan Liu Zheng/Zhang Nan. Bertemu pasangan Tiongkok ini, Kevin/Marcus berpeluang untuk bisa memenangkan laga tersebut, mengingat mereka di Malaysia Open kemarin mengalahkan Liu/Zhang. Bila bisa melalui Liu/Zheng, maka satu tempat lagi di perempat final dan berpeluang untuk bertemu dengan unggulan kedelapan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. 

Sementara Berry/Hardianto meskipun di awal sudah bertemu dengan unggulan kedua, Mathias Boe/Carrsten Mogensen, tapi bila berhasil maju maka peluang mereka akan lebih terbuka, bahkan kemungkinan bisa lebih dari babak perempat final. Pasalnya, dari pasangan yang lainnya, Berry/Hardianto yang memiliki jalur paling aman. 

Sebagai andalan, Kevin/Marcus mengaku banggan bila menjadi tumpuan. Tapi mereka tidak ingin terbebani dengan target yang diberikan. Mereka memilih fokus menghadapi satu demi satu lawan sejak babak pertama. 

"Beban tidak dipikirkan, malah bangga kalau bisa jadi tumpuan. Soal persiapan, sudah bagus. Karena ini kan memang kejuaraan yang ditunggu-tunggu," tukas Marcus. 

Kevin menambahkan, bila selepas Piala Sudirman tidak banyak waktu lagi untuk persiapan. Jadi jelang turnamen dimulai, dia mengaku lebih menyiapkan kesiapan mental saja. Karena menurutnya, dirinya ada sedikit masalah. 

"Persiapan lebih bagus. Fokus ke mental. Tapi beberapa hari kemarin ada sedikit masalah. Namun, ini masih rahasia, saya belum bisa bilang masalahnya apa,” tuturnya. 

Secara persaingan, di tahun ini mereka menilai jika persaingan di sektor ganda putra jauh lebih merata. Hingga membuat kans semua pemain pun sama di Indonesia Open ini. 

"Kans sama, karena kekuatan merata. Semua peluang 50-50, karena kami pernah menang-kalah dengan lawan-lawan di Kejuaraan ini. Tinggal nanti siapa yang lebih siap saja di lapangan, dia yang akan menang," jelas Kevin kemudian. 

Ganda campuran



Sama dengan ganda putra. Ganda campuran juga sama berpeluangnya bisa menebus babak perempat final. Hal itu melihat dari hasil undian, dimana Praveen Jordan/Debby Susanto yang merupakan unggulan ketujuh, berkesempatan bisa mencapai "8 besar" bila bisa mengatasi Mathias Christiansen/ Sara Thygesen dan Reddy B. Sumeeth/Ashwini Ponnappa. 

Baru di perempat final nanti mereka akan menemui lawan yang lebih menantang, yakni unggulan pertama asal Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen. Dalam rekor pertemuan mereka, selama tiga kali laga yang sudah dijalani, Praveen/Debby belum pernah menang sekalipun. 

Sementara untuk andalan Indonesia lainnya, Tontowi/Liliyana, ganda Korea Kim Dukyoung/Kim Ha Na akan jadi lawan pertama mereka. Kim Ha Na kali ini kembali dengan pasangan barunya. Sebelumnya dia berpasangan dengan Ko Sung Hyun yang di tahun lalu memutuskan mundur dari Pelatnas Korea. Bersama Sung Hyun, pasangan negeri Gingseng ini menempati peringkat 8 dunia. 

Dengan belum pernah bertemu, Tontowi/Liliyana memiliki peluang besar untuk lolos ke babak selanjutnya hingga mencapai "8 Besar" mengingat lawannya non unggulan. Tapi di perempat final, besar kemungkinan mereka akan dihadang unggulan ketiga,  Zhang Nan/Li Yinhui.*** 

Bagikan: