Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Dua Pesepakbola Muda Jabar ke Barcelona

Wina Setyawatie
LIMA pemain terbaik MILO Football Championship 2017, (ki-ka) Dunung Laksito Adi (Bandung), Racik Caesar Ricky (Jakarta), Helsya Maeisyaroh (Bandung), Mahyudin (Makassar), dan Irfan Nugraha (Makassar) berfoto bersama 11 pemain lainnya, para talent scout, perwakilan PSSI, perwakilan Kemenpora, dan pihak MILO usai pengumuman dalam jumpa pers di Lapangan Sepakbola Pertamina-Simprug, Jakarta, Sabtu, 22 April 2017 lalu. Kelima pemain terbaik itu akan berangkat ke Barcelona untuk berlatih di FCBEscola Agustus 2017 mendatang.**
LIMA pemain terbaik MILO Football Championship 2017, (ki-ka) Dunung Laksito Adi (Bandung), Racik Caesar Ricky (Jakarta), Helsya Maeisyaroh (Bandung), Mahyudin (Makassar), dan Irfan Nugraha (Makassar) berfoto bersama 11 pemain lainnya, para talent scout, perwakilan PSSI, perwakilan Kemenpora, dan pihak MILO usai pengumuman dalam jumpa pers di Lapangan Sepakbola Pertamina-Simprug, Jakarta, Sabtu, 22 April 2017 lalu. Kelima pemain terbaik itu akan berangkat ke Barcelona untuk berlatih di FCBEscola Agustus 2017 mendatang.**
JAKARTA, (PR).- Dua pesepakbola muda (U-12) asal Jawa Barat, akan menjalani pelatihan di Barcelona. Keduanya adalah Dunung Laksito Adi dan Helsya Maeisyaroh, yang berhasil terpilih sebagai pemain terbaik MILO Football Championship 2017.

Mereka bersama tiga orang lainnya, Racik Caesar Rizky (Jakarta), Mahyudin (Makassar), dan Irfan Anugrah (Makassar) akan menjalani pelatihan di FCBEscola, sekolah sepak bola FC Barcelona di Barcelona.

Mereka terpilih setelah dinilai selama sepekan di Milo Camp, pekan lalu, oleh talent scout Milo Champ, Kurniawan Dwi Yulianto. Kelima pemain tersebut dinilai Kurniawan bukan hanya memiliki skill, tapi juga visi bermain dan karakter seorang pemain yang baik, yakni disiplin, mampu bekerjasama, dan respect dengan pemain lain.

"Memiliki jiwa kepemimpinan pun juga menjadi salah satu penilaian," ujarnya dalam jumpa pers di Lapangan Sepakbola Simprug, Jakarta, akhir pekan lalu.

Para pemain terpilih ini rencananya akan bertolak ke Barcelona pada Agustus 2017 mendatang. Mereka mendapatkan kesempatan selama sepekan untuk mendapatkan ilmu secara langsung dari para pelatih dan pengajar di FCBEscola bagaimana bermain sepakbola ala FC Barcelona. Program ini sendiri juga berjalan bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Ekuador, Venezuela, dan Selandia Baru.

Yang istimewa dari penyelenggaraan sebelumnya di Indonesia, di tahun ini, Helsya menjadi satu-satunya pemain perempuan yang ambil bagian dari total 8500 peserta dari 16 kota/kabupaten dan dia berhasil. Dia pun dianggap harta berharga bagi sepakbola nasional terutama bagi sepakbola wanita.

Hal itu diungkapkan Direktur Teknik PSSI Danurwindo. Dia menegaskan, jika terpilihnya Helsya diantara para pemain putra tersebut dipandangnya sebagai iklan besar untuk bisa memasalkan sepakbola wanita ke masyarakat. Karena PSSI menurutnya bukan hanya mengharapkan sepakbola putra saja yang mampu berprestasi, tapi juga sepakbola putrinya.

Namun, saat ini yang menjadi kendala masih minimnya kompetisi sepakbola usai muda untuk putri. Padahal, untuk bisa terus meningkatkan kualitas pemain dibutuhkan kompetisi. Untuk itu, maka pihaknya mengaku akan meminta Asosiasi PSSI di daerah bukan hanya menggelar kompetisi usai muda U-14 dan U-12 untuk pemain putra tapi juga pemain putri. Saat ini kompetisi sepakbola untuk putri masih hanya di level senior saja.

Asisten Deputi Bidang Pembinaan Olahraga Kemenpora, Teguh Raharjo mengatakan jika pemerintah sudah mulai mematangkan rencana untuk menggelar kompetisi sepakbola usia muda untuk putri.

"Insyaallah dalam pertemuan dengan dinas-dinas olahraga provinsi kemarin, mudah-mudahan tahun depan rencana ini sudah bisa berjalan. Ini jadi salah satu pekerjaan rumah bagi kami juga, selain untuk PSSI," ucapnya.***
Bagikan: