Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Akibat Aturan PBVSI, Tim Voli Putri Jabar Tersisa 5 Orang

Handri Handriansyah
Pebola voli putri Jabar Wilda Nur Fadillah (17) mencoba memblok smes pemain Sulut Aprilia Manganang dalam semifinal PON XIX di Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung September 2016 lalu. Jika batasan usia 23 tahun diterapkan, Wilda tak bisa lagi turun membela Jabar pada PON XX Papua 2020.
Pebola voli putri Jabar Wilda Nur Fadillah (17) mencoba memblok smes pemain Sulut Aprilia Manganang dalam semifinal PON XIX di Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung September 2016 lalu. Jika batasan usia 23 tahun diterapkan, Wilda tak bisa lagi turun membela Jabar pada PON XX Papua 2020.
BANDUNG, (PR).- Jawa Barat harus mulai menyiapkan pemain muda jika Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia menerapkan batasan usia 23 tahun pada PON XX Papua 2020. Soalnya dengan aturan itu, hanya akan tersisa sekitar lima pemain eks PON XIX yang masih bisa turun pada 2020 nanti.

Pelatih bola voli putri Jabar Risco Herlambang mengatakan, wacana pembatasan U-23 sudah mencuat pada Rapat Anggota Tahunan PB PBVSI beberapa waktu lalu. "Saya tidak mengikuti RAT secara langsung, namun mendengat dari beberapa pengurus PBVSI Jabar soal itu," ujarnya saat dihubungi Senin 2 Januari 2017.

Meskipun demikian sebagai pelatih yang menangani tim pelatda PON XIX Jabar, Risco tahu persis dampak jika aturan itu jadi diterapkan. Lebih dari setengah skuad tim juara Jabar akan lewat usia pada 2020.

Menurut Risco, lima pemain yang masih bisa ikut pada 2020 adalah Mutiara, Yasmin, Gisa, Putri dan Tasya. Sedangkan dua pemain andalan lain, Wilda dan Vina akan lewat usia 23 tahun pada 2020.

Kehilangan Wilda dan Vina, dinilai Risco jelas akan mengurangi kekuatan tim Jabar secara signifikan. Apalagi Wilda merupakan salah seorang spiker dan blocker terbaik Jabar yang tersisa dari PON XIX.

Sebelumnya, Jabar juga memiliki sang kapten Amalia dan Yolla yang bertipe hampir sama dengan Wilda. Namun keduanya memang dipastikan tidak bisa ikut PON XX karena usianya sudah lebih dari 25 tahun pada 2020 nanti.

Pemain lain yang juga dipastilan tidak dapat lagi turun pada 2020 adalah Komang dan Agustin. Artinya sudah Jabar sudah kehilangan hampir setengah skuad yang menjadi tim impian pada PON XIX.

Jika Wilda dan Vina tak bisa ikut, otomatis Jabar hanya mengandalkan pemain muda yang notabene merupakan debutan pada PON XIX. Meski kualitasnya masih diunggulkan, kehilangan sosok jenderal di lapangan jelas akan berpengaruh pada mental bertanding tim Jabar.

Oleh karena itu, Risco menilai tim bola voli putri Jabar harus disiapkan lebih dini untuk PON XX. Dengan begitu, penjaringan pemain muda dan pemilihan sosok kapten baru akan lebih matang.***
Bagikan: