Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 29.7 ° C

PON 2020 Papua Akan Jauh Berbeda dengan di Jabar

Irfan Subhan
KARAWANG, (PR). - Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jawa Barat Tahun 2016 yang diadakan di Ballroom Hotel Mercure, Karawang, menjadi titik awal untyk mempertahankan Jabar Kahiji di PON XX/2020 Papua.

Tahun 2016 menjadi tahun emas bagi pencapaian prestasi olah raga Jawa Barat, karena setelah menunggu selama 55 tahun Jabar akhirnya bisa meraih gelar juara umum pada even olah raga tertinggi di Indonesia tersebut.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin usai membuka RAT KONI Jabar, Kamis, 22 Desember 2016 mengatakan, dari RAT ini kita bisa merefleksikan pencapaian tahun 2016 dan menyusun program untuk tahun 2017.

"Tahun 2016 sangat menggembirakan kita semua dan menjadi bagian terpenting dari sejarah Jabar, karena selama 55 tahun PON, Jabar bisa menjadi juara umum. Dan juara ini bukan juara umum sembarangan menilik lima kali PON, pencapaian daerah yang menjadi juara umum rata-rata adalah 12%. Paling besar di Riau dimana Jakarta meraih 18% dari total emas tang diperebutkan. Namun Jabar bisa mencetak sejarah baru karena bisa meraih 28% dari total 716 medali emas yang diperebutkan," katanya.

Ahmad mengatakan otentikasi ini bagian yang harus dipertahankan, bahkan kita semua menjadi bagian luar biasa dalam program pembinaan, dalam mewujudkan Jabar Kahiji.

Dia menuturkan pencapaian prestasi yang telah diraih ini tidak lepas dari peran serta KONIda, pengurus Cabor, pelatih, atlet, dan seluruh masyarakat Jabar yang mempunyai militansi kuat dalam mendukung para atlet hingga mampu menunjukan prestasinya.

"Porda di Kabupaten Bogor nanti menjadi bagian dalam pembinaan menuju PON di Papua, dan tentunya Porda ini menjadi bagian yang terpenting dalam melihat hasil pembinaan di daerah-daerah. Kita akan susun formulasi dan mekanisme untuk Porda di Kabupaten Bogor. Melihat sumber daya manusia yang kita miliki juga bisa menjadi pembuktian untuk PON tahun 2020,"katanya.Wakil Ketua I KONI Pusat, Suwarno mengatakan, untuk mempertahankan prestasi di PON Papua nanti, Jawa Barat harus mulai bergerak dari sekarang. Terkait sukses prestasi yang telah diraih, sudah saatnya bagi KONI Jabar untuk melakukan konsolidasi.

"Saatnya KONI dari provinsi lain melihat bagaimana Jabar dalam melakukan evaluasi. PON di Papua nanti akan berbeda dengan Jabar, khususnya terkait jumlah cabor dan daerah penyelenggaranya," ujarnya.

Pada PON XIX/2016 Jabar melibatkan 16 kota dan kabupaten sebagai tuan rumah, sedangkan di Papua nanti hanya lima kota dan kabupaten yang akan menjadi penyelenggara.

Keinginan pemerintah pusat yang hanya ingin mempertandingkan cabang olah raga olimpiade di PON Papua nanti juga menjadi catatan tersendiri. Oleh karena itu KONI Jabar harus mulai bergerak bersama cabang olah raga untuk mempersiapkan atletnya yang aka tampil.

Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda (Kadisorda) Jawa Barat, Yudha Munajat Saputra mengatakan, sesuai amanat dari gubernur, RAT ini menjadi bagian dalam mematangkan organisasi.

"Ada beberapa cabang olah raga baik itu tingkat provinsi maupun tingkat pusat terjadi dualisme. Oleh sebab itu gubernur berpesan agar KONI Jabar melakukan konsolidasi kedalam, sehingga jangan sampai terjadi dualisme kepemimpinan didalam cabor," ujarnya.

Yudha mengatakan, terkait target mempertahankan Jabar Kahiji di Papua nanti, KONI Jabar harus melakukan pembinaan yang cukup panjang, dan tahun 2017 harus segera merumuskan melalui Binpres supaya target Jabar Kahiji bisa berlanjut di Papua.

"Di RAT ini menjadi starting poin dalam merumuskan program tahun 2017 dan untuk target 2020. Pencapaian juara umum kemarin juga tidak dirumuskan dalam waktu empat tahun saja, tetapi lebih yaitu sejak PON 2008 di Kaltim,"katanya.

Yudha mengatakan, keberhasilan Jabar Kahiji di PON dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Jabar memiliki program jangka panjang yang terstruktur.***
Bagikan: