Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Melaju ke Semifinal China Open

Wina Setyawatie
PASANGAN ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat berlaga di babak perempat final China Open Super Series Premier 2016. Unggulan ketujuh ini dibuat bekerja keras untuk bisa melaju ke babak semifinal China Open Super Series Premier 2016. Bertanding di  Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok, Jumat (19/11/2016), mereka harus berusaha keras selama satu jam lebih sebelum akhirnya memetik kemenangan rubber game 19-21, 21-14, 21-18 atas ganda Korea Yoo Yeon Seong/Chang Ye Na.*
PASANGAN ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat berlaga di babak perempat final China Open Super Series Premier 2016. Unggulan ketujuh ini dibuat bekerja keras untuk bisa melaju ke babak semifinal China Open Super Series Premier 2016. Bertanding di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok, Jumat (19/11/2016), mereka harus berusaha keras selama satu jam lebih sebelum akhirnya memetik kemenangan rubber game 19-21, 21-14, 21-18 atas ganda Korea Yoo Yeon Seong/Chang Ye Na.*
FUZHOU, (PR).- Unggulan ketujuh, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dibuat bekerja keras untuk bisa melaju ke babak semifinal China Open Super Series Premier 2016. Bertanding di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Tiongkok, Jumat, 19 November 2016. Mereka harus berusaha keras selama satu jam lebih di babak perempat final sebelum akhirnya memetik kemenangan rubber game 19-21, 21-14, 21-18 atas ganda Korea Yoo Yeon Seong/Chang Ye Na.

Pertandingan kemarin menjadi pertemuan kedua mereka. Dari laga sebelumnya di Chinese Taipei Open 2011 lalu, Tontowi/Liliyana berhasil menang, tapi juga dengan poin ketat tiga game.

Hasil Tontowi/Liliyana itu pun menjadi pelipur lara setelah pasangan ganda campuran lainnya, Praveen Jordan/Debby Susanto kemarin tersingkir. Terhempasnya unggulan keempat tersebut cukup mengejutkan pasalnya, mereka takluk dari pasangan peringkat ke-106 dunia, Solgyu Choi/Chae Yoo Jung dari Korea straight game 15-21, 13-21.

Bertemu dengan pasangan negeri gingseng tersebut, sejak awal Jordan/Debby mengaku jika mereka sangat waspada. Mengingat lawan, kendati rangkingnya masih di bawah, tapi mereka dinilai memiliki skill yang bagus.

"Kami memang mewaspadai pasangan Korea ini. Sempat berharap setelah sebelumnya main rubber kita jadi bisa mengenakin pukulan-pukulan di laga tadi. Tapi ternyata pasangan Korea ini memang sulit diatasi," ujar Jordan.

Debby pun mengaku jika kemarin mereka bermain di bawah performanya. Padahal menurutnya, jika melihat permainan lawan, Debby melihat normal saja. "Kami kurang percaya diri sama permainan sendiri, jadi nggak berkembang sama sekali. Karena tadi kita sendiri tidak main di level normalnya kita, makanya sulit untuk keluar dari tekanan," imbuhnya menambahkan.

Pencapaian Tontowi/Liliyana sendiri di tahun ini jauh lebih baik dibandingkan hasil mereka tahun lalu. Ketika itu Tontowi/Liliyana tumbang di babak awal setelah dikalahkan Jerman Michael Fuchs/Birgit Michels. Sementara bagi Praveen/Debby pencapaian mereka mengulang hasil tahun lalu, dimana mereka juga berhasil mencapai perempat final.

Pada babak semifinal nanti, Tontowi/Liliyana akan bertemu Solgyu/Chae. Secara rekor pertemuan, mereka sudah pernah bertemu sekali di All England 2015 lalu. Ketika itu Tontowi/Liliyana menang straigh game.***
Bagikan: