Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Tafisa Masih Sepi Penonton, Menpora Meradang

Wina Setyawatie
MENTERI Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi sedang memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di ABC Mall, Ancol sebagai tanda Indonesia siap menggelar Tafisa Games 2016.*
MENTERI Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi sedang memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di ABC Mall, Ancol sebagai tanda Indonesia siap menggelar Tafisa Games 2016.*
JAKARTA, (PR).- Memasuki hari kedua pelaksaan 6th Tafisa World Sport For All Games 2016, Jumat, 7 Oktober 2016, terlihat belum banyak minat masyarakat yang ingin melihat penyelenggaraan pesta olahraga rekreasi dan tradisional itu.

Hanya di beberapa cabang yang terlihat cukup banyak penontonnya, seperti street soccer yang banyak ditonton anak SMA, lalu di penyelenggaraan tradisional game yang dilihat oleh banyak anak-anak SD dan SMP. Sementara di beberapa cabang, seperti cheerleaders kebanyakan dipenuhi oleh para peserta dan orangtua peserta yang mengantar.

Tempat pelaksanaan pertandingan ataupun festival juga kurang terpublikasi dengan baik, karena di depan pintu masuk venue-venue tersebut tidak terpasang petunjuk cabang atau festival apa yang dipertandingkan atau dimainkan disana. Ini disayangkan mengingat banyak pertandingan ataupun festival yang sebenarnya menarik untuk dilihat oleh masyarakat.

Hal itu sebenarnya sudah dikritik oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi kepada panitia pelaksanaan. Dia tampak meradang, karena Tafisa ini merupakan kejuaraan olahraga rekreasi tingkat dunia, tapi ternyata sepi penonton. Padahal waktu yang dimiliki panitia dinilainya cukup banyak, mengingat Indonesia telah ditunjuk menjadi tuan rumah sejak 2011 lalu.

"Itu yang menjadi kekhawatiran saya sejak awal. Ini tempat rekreasi, maka semua orang ketika masuk tempat rekreasi harus sudah punya tujuan lokasi mana yang mau didatangi. Karena ada Tafisa Games, maka harus semakin digencarkan promosinya. Di setiap gerbang itu semestinya ketika orang masuk harus ada brosur atau apa, tapi rupanya tidak dilakukan, saya kira ini menjadi koreksi kita semua," tutur Imam.

Tapi karena ini pengalaman pertama, pihaknya mengaku telah berupaya sekuat tenaga untuk bisa menutupi segala kekurangan. Karena ini, ujarnya harus sesuai dengan apa yang ingin dicapai. Yakni bagaimana semua kelompok masyarakat bisa terlebih langsung untuk menyaksikan hebatnya kebudayaan serta tradisi yang ditampilkan oleh 87 negara peserta.

"Karena ini pengalaman pertama, tentu kami berupaya sekuat tenaga sebaik mungkin mungkin untuk terus memperkenalkan dan menghubungkan antar venue. Harapan semua bisa dilakukan sesuai standar yang ditentukan pihak Tafisa. Tentu banyak yang masih bolong harus kita tutup secepat mungkin," ucapnya.

Kemarin dia lihat, upaya perbaikan sudah mulai dilakukan pihak panitia. Tapi Imam sangat berharap pembukaan hari ini akan lebih baik lagi.

"Semoga setelah pembukaan minat penontonnya akan lebih banyak dan penyelenggaraan kompetisi serta yang kekurangan lainnya bisa diperbaiki lagi. Hari ini kita mengibarkan bendera berukuran 10x15 meter sebagai tanda bahwa kita sudah siap lahir batin sambut Tafisa sekaligus sebagai tuan rumah yang baik," tukas Imam.***
Bagikan: