Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.6 ° C

Polo Air Putri Jabar Raih Perak PON XIX 2016

Handri Handriansyah
PEMAIN polo air Jabar Ivy Nernie Priscilla (biru nomor 12) mencetak gol ke gawang DKI Jakarta dalam final polo air putri PON XIX 2016 di Kolam Renang Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 26 September 2016. Kalah 8-14, tim polo air putri Jabar harus puas mengawinkan medali perak dengan tim putranya yang juga dikalahkan DKI Jakarta di final beberapa waktu lalu.*
PEMAIN polo air Jabar Ivy Nernie Priscilla (biru nomor 12) mencetak gol ke gawang DKI Jakarta dalam final polo air putri PON XIX 2016 di Kolam Renang Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 26 September 2016. Kalah 8-14, tim polo air putri Jabar harus puas mengawinkan medali perak dengan tim putranya yang juga dikalahkan DKI Jakarta di final beberapa waktu lalu.*
SOREANG, (PR).- Tim polo air putri Jawa Barat harus puas mengawinkan medali perak pada PON XIX 2016. Jabar harus mengakui keunggulan juara bertahan DKI Jakarta, 8-14, dalam partai final di Kolam Renang Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 26 September 2016.

Seperti juga tim putra Jabar, tim putri memberi sinyal bahwa arena polo air PON tak akan terus didominasi DKI Jakarta pada masa yang akan datang. Perlawanan ketat yang mereka berikan menjadi bukti daerah lain memiliki potensi dan peluang besar untuk berprestasi.

Dalam pertandingan itu, tim Jabar bermain luar biasa jika dibandingkan dengan pertemuan terdahulu dengan DKI Jakarta pada babak penyisihan. Sebelumnya, Jabar tak bisa mengembangkan permainan dan harus takluk 2-14.

Meski tim asuhannya kembali menelan kekalahan di partai puncak, Manajer Polo Air Jabar Tendy Suwarman tetap bangga atas capaian Jabar di arena Polo Air PON XIX 2016. Mengawinkan medali perak merupakan lompatan prestasi yang tinggi bagi Jabar setelah pulang dengan tangan hampa saat PON XVIII 2012 lalu.

Menurut Tendy, polo air putri baru dipertandingkan pada PON 2012. Namun capaian kali ini menjadi sejarah baru bagi Jabar. Sama seperti tim putra, tim putri Jabar sebatas menjadi kuda hitam pada PON XIX 2016.

Jika dibandingkan dengan DKI Jakarta, Tendy menilai, capaian Jabar sebenarnya jauh lebih tinggi. "Dengan kebijakan pusat yang menguntungkan mereka, fasilitas yang jauh lebih baik, DKI Jakarta memang wajar menjadi juara," katanya.

Sementara bagi Jabar, kata Tendy, prestasi yang bersejarah kali ini jelas mengagumkan dan membanggakan. Soalnya, Jabar hanya didukung fasilitas seadanya dan benar-benar mengandalkan pengorbanan waktu dan tenaga ekstra dari para atlet dan tim pelatih.

Tendy optimistis, Jabar bisa berbicara lebih banyak pada PON XX Papua 2020. "Dengan banyaknya pemain DKI Jakarta yang melewati batas usia, pemain muda Jabar tinggal membutuhkan sarana dan prasarana serta dukungan lain dari pemerintah untuk pembinaan," ujarnya.***
Bagikan: