Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Raih Perak PON XIX 2016, Polo Air Jabar Catat Sejarah

Handri Handriansyah
SOREANG, (PR).- Meski harus mengakui keunggulan DKI Jakarta 9-14, tim polo air putra Jawa Barat memberikan perlawanan ketat kepada sang juara bertahan dalam partai final PON XIX 2016 di Kolam Renang Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa 20 September 2016.

Raihan medali perak menjadi sejarah baru bagi polo air Jabar sejak 50 tahun terakhir.

Sejak menit awal, anak-anak Jabar tidak mau memberikan kesempatan pada DKI untuk mengembangkan permainan terbaik mereka. Mereka pun memaksakan kedudukan imbang, 3-3 sampai akhir babak pertama.

Gol Jabar pada babak pertama dicetak Beby Willy, Dzaky Solikhul Rokhman, dan Putu Panji. Sementara gol DKI Jakarta dicetak Delvin Feliciano, Rezza Auditya, dan Arie Yulianto.

Pada babak kedua, Jabar tetap memberi perlawanan sengit. Namun Jabar hanya mampu menambah 2 gol lewat tangan Beby dan Putu sedangkan DKI Jakarta menambah 3 gol lewat Rezza dan Ridjkie Mulia (2). Jabar tertinggal 5-6 pada akhir babak kedua.

Pada babak ketiga, DKI Jakarta mulai menemukan performa terbaik mereka. Gol Brandley Legawa, Rezza, dan Delvin membuat Jabar semakin tertinggal, 5-9.

Sempat membalas satu gol lewat Putu Panji, Jabar tetap harus mengakui keunggulan DKI Jakarta, 6-10, pada akhir babak ketiga. Gol terakhir DKI Jakarta pada babak itu kembali dicetak Rezza.

Pada babak terakhir, anak-anak Jabar tetap berjuang sampai titik darah penghabisan. Mereka kembali menyarangkan 3 gol tambahan lewat Beby Willy (2) dan Dzaky. DKI Jakarta menambah 4 gol lewat Andi Muhammad, Brandley, Ridjkie, dan Arie. Skor akhir 9-14 untuk kemenangan DKI.

Meski anak asuhnya kalah, manajer tim polo air Jabar Tendy Suwarman sangat puas dengan capaian sejauh ini. "Polo air Jabar terakhir kali hanya meraih perunggu pada PON Jakarta 1996. Ini adalah sejarah baru dengan capaian lebih baik selama 20 tahun terakhir," katanya.

Tendy pun memuji penampilan anak asuhnya yang berjuang tanpa kenal menyerah. Selisih skor pun diakui Tendy sebagai bukti bahwa Jabar bermain sangat baik.

Prestasi tersebut, menurut Tendy, sebagai awal kebangkitan polo air Jabar yang sempat berjaya para era 1960-an. Apalagi di skuad Jabar, hanya ada 3 pemain yang akan lewat usia di PON XX Papua 2020. Dengan lewatnya usia sekitar 9 pemain DKI pada 2020 nanti, Tendy optimistis Jabar akan berjaya kembali di arena polo air.

Hal senada diungkapkan Kapten tim Jabar Otep Baskara. Ia menilai rekan-rekannya sudah menunjukan permainan terbaik yang dimiliki Jabar.

Bahkan, kata Otep, partai itu merupakan penampilan terbaik tim Jabar selama ia memperkuat tim tersebut. Namun ia sangat kecewa karena tidak bisa turun dalam partai final akibat cedera patah jari tangan kanan pasca insiden di semifinal.***
Bagikan: