Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Cerah berawan, 21.2 ° C

Sepak Terjang Kurniawan Dwi Yulianto di Lapangan Hijau

JAKARTA, (PR),- Kurniawan Dwi Yulianto atau yang dikenal dengan 'si kurus' merupakan seorang pesepakbola terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Nama Kurniawan kembali mencuat di sepakbola tanah air setelah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (AAPI) menjagokannya sebagai calon Ketua Umum PSSI.

Pemain kelahiran Magelang, ini salah satu dari sedikit pemain Indonesia yang sempat bermain di benua biru. Semasa remaja, Kurniawan pernah bermain untuk Sampdoria sebelum kemudian pindah ke FC Luzern di Swiss.

FC Luzern adalah klub profesional pertama dari pemain kelahiran 13 Juli 1976 ini. Kurniawan mencetak gol perdananya bagi tim saat FC Luzern melakoni laga derbi menghadapi FC Basel. Golnya dicetak melalui sundulan dan membantu Luzern menang 2-1 atas Basel.

Setelah kembali ke tanah air, sang striker mencoba peruntungannya di beberapa klub Indonesia. Yang paling berkesan ketika Kurniawan bermain untuk PSM Makassar. Kurniawan sukses mengantarkan PSM Makassar menjuarai Liga Indonesia tahun 2000, lalu menjadi juara Ho Chi Minh City Cup di Vietnam setahun kemudian.

Klub-klub lain yang pernah dibela striker ini adalah PSPS Pekanbaru, PS Pelita Bakrie, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSS Sleman, Persitara Jakarta Utara, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, PSMS Medan, Tangerang Wolves FC, PPSM Magelang, serta Peripon Pontianak.

Kurniawan juga pernah merumput di liga Malaysia bersama Sarawak FC, namun dianggap gagal karena tidak mampu memberikan kontribusi yang diharapkan. Karirnya juga sempat merosot karena mengonsumsi narkoba. Namun dirinya berhasil bangkit dan kembali memperoleh karir suksesnya sebagai pesepakbola.

Prestasinya untuk timnas sendiri terbilang cukup gemilang. Bersama Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto berhasil mencetak lebih dari 30 gol bagi timnas Indonesia.

Striker yang licin dan cerdik ini pernah tampil di SEA Games 1995 dan 1997, Pra Piala Dunia, dan dua kali membawa Indonesia menjadi semifinal Piala Tiger (1998 dan 2000). Ia juga tiga kali mengantarkan Indonesia lolos ke putaran Final Piala Asia (1996, 2000, 2004), walaupun namanya dicoret saat skuat Merah Putih bermain di Piala Asia 2004. (Gugun Gunawan)***
Bagikan: