Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Chris Froome Rajai Tour de France untuk Ketiga Kalinya

Bambang Kuntady
TIM Sky diperkuat sembilan pembalap bergandengan tangan di etape XXI (terakhir) Tour de France yang menempuh jarak 113 kilometer dari Chantilly ke Avenue Champs Elysees Paris, Senin 25 Juli 2016 WIB. Chris Froome tampil sebagai juara umum TdF untuk ketiga kalinya (2013, 2015, 2016).*
TIM Sky diperkuat sembilan pembalap bergandengan tangan di etape XXI (terakhir) Tour de France yang menempuh jarak 113 kilometer dari Chantilly ke Avenue Champs Elysees Paris, Senin 25 Juli 2016 WIB. Chris Froome tampil sebagai juara umum TdF untuk ketiga kalinya (2013, 2015, 2016).*
PARIS,(PR).- Lagu kebangsaan Britania Raya (Inggris) kembali berkumandang di jantung kota Paris, Avenue Champs Elysees Senin (25/7/2016) WIB mengiringi penobatan juara Tour de France edisi ke-103/ 2016 yang menjadi milik Chris Froome (31) atlet Inggris dari tim Sky yang merebut "Maillot Jaune" (kaus kuning) di etape IX dan dipertahankan hingga etape terakhir (XXI).

Penjagaan sangat ketat diberlakukan di seputar Avenue Champs Elysees rute yang digunakan untuk etape XXI sebagai antisipasi mencegah teror seperti di kota Nice tak terulang lagi, penonton yang hadir pun tetap berjubel lebih dari 500.000 orang mengelukan para peserta TdF. Ini adalah sukses ketiga kalinya bagi Froome menjuarai TdF setelah tahun 2013, 2015, dan 2016. Sedang bagi tim Sky adalah yang keempat kali dalam lima tahun setelah sebelumnya Bradley Wiggins (Team Sky/Inggris) menjadi juara TdF 2012. Tim Sky sukses mendukung Froome meraih gelar juara TdF untuk ketiga kalinya karena kekuatan para pembalap tim Sky sangat solid.

Tampil prima sepanjang 21 etape sejak lomba dimulai di Saint Michel pantai barat utara Prancis 2 Juli 2016 lalu hingga finis akhir di Paris Senin 25 Juli 2016 WIB, Froome menguasai kaus kuning selama 12 etape menyesaikan jarak 3.540 kilometer dengan total waktu tercepat 89 jam 4 menit 48 detik, runner up oleh atlet muda tuan rumah Romain Bardet (25) dari tim AG2R La Mondiale/Prancis +4 menit 5 detik, ketiga Nairo Quintana (26) asal Kolombia dari tim Movistar tertinggal 4 menit menit 21 detik, keempat Adam Yates (Orica BikeExchange/Inggris) +4 menit 42 detik, kelima Richie Porte (BMC/Australia) +5 menit 17 detik.

Adam Yates (24) rangking keempat klasemen menjadi pembalap termuda terbaik meraih kaus kaus putih, sebagai juara kategori pembalap muda di bawah 25 tahun. Untuk king of mountain (kaus polkadot) diraih Rafal Majka (Tinkoff/Polandia) mengungguli Thomas De Gendt (Lotto Soudal/Belgia) dan Jarlinson Pantano (IAM Cycling/Kolombia). Sementara kaus hijau (king of sprint) kembali dijuarai oleh Peter Sagan asal Slovakia dari tim Tinkoff, ini merupakan sukses 5 tahun berturutan bagi Sagan menjuarai kategori kaus hijau.

Untuk kategori beregu, Tim Movistar (Spanyol) dimotori Quintana dan Valverde sukses meraih gelar juara beregu dengan total waktu tercepat 267 jam 20 menit 45 detik, kedua Tim Sky (Inggris) dengan andalanya Chris Froome dan Geraint Thomas di urutan kedua terpaut 8 menit 14 detik dan ketiga BMC Racing (AS) diperkuat jago tanjakan Richie Porte tertinggal 48 menit 11 detik.

Usai meraih gelar juara TdF 2015, Froome pada jumpa pers mengatakan suksesnya adalah berkat dukungan bahu membahu delapan rekan setimnya di Sky. "Kaus kuning ini bukan hanya milik saya tapi milik semua anggota tim Sky tanpa mereka saya tidak akan bisa menjadi juara umum meraih kaus kauning, terima kasih tak terhingga atas dukungan semua anggota tim Sky," ungkap Froome

"Saya akan menjunjung tinggi reputasi 'Maillot Jaune' (kaus kuning) yang sangat bernilai tinggi, lomba TdF sudah 103 tahun digelar, tak ternilai reputasinya. Namun rasa duka tak terhingga tetap membekas pada diri saya dan semua peserta TdF atas musibah teror di Nice yang menewaskan 84 orang tak berdosa. Simpati kami dan belasungkawa pada rakyat Prancis dan panitia yang kondisi berat ini tetap melangsungkan TdF sebagai pesta rakyat hingga finis akhir di Paris. TdF adalah hiburan pada semua tingkat masyarakat setiap tahun dan harus tetap dipertahankan, kita tak boleh kalah oleh aksi teror," jelas Froome.

Pada etape XXI (terakhir) sejauh 113 kilometer yang berlangsung di seputar Avenue Champs Elysees Paris sebanyak 10 lap setelah start dari Chantilly (kota satelit Paris), adu sprint massal perebutan pemenang etape terakhir ini dimenangi sprinter Jerman terkemuka Andre Greipel (Lotto Soudal) yang punya askelerasi dengan power yang sulit diimbangi sprinter lainnya, bagi Greipel ini adalah sukses selalu memenangi etape di arena TdF sejak 2008 tanpa pernah gagal. Urutan kedua sprinter Peter Sagan (Tinkoff/Slovakia) yang juga pemegang kaus hijau, ketiga Alexander Kristoff (Katusha/Norwegia), ketiganya masuk finis bersamaan dengan semua atlet unggulan terkemuka termasuk pemegang kaus kuning Chris Froome, dengan waktu sama 2 jam 43 menit 8 detik.***
Bagikan: