Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Pindah ke Jatinangor, Venue Tenis Meja Lebih Representatif

Handri Handriansyah
BANDUNG, (PR).- Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jawa Barat berharap tes venue dan tes event segera bisa dilaksanakan. Hal itu terkait perpindahan venue tenis meja yang sebelumnya di kampus Universitas Telkom ke kampus Institut Teknologi Bandung, Jatinangor.

Sekretaris Umum PTMSI Jabar Dadang Sudradjat mengatakan, pemindahan venue sudah hampir rampung 100 persen. "Hampir semua peralatan sudah dipindahkan ke Jatinangor," katanya, Selasa, 12 Juli 2016.

Menurut Dadang, peralatan pertandingan seperti meja tenis, kursi, meja wasit dan alat pendukung lain saat ini sudah ada di Jatinangor. Hanya tersisa karpet yang memang masih dalam perjalanan dari supplier di luar negeri.

Terkait kondisi venue baru, Dadang mengaku sangat puas dan. Soalnya GOR ITB Jatinangor memiliki luas yang lebih besar ketimbang Gedung Konvensi Universitas Telkom, sehingga tetap bisa digunakan untuk 12 meja. Dengan begitu, jadwal pertandingan tidak mengalami perubahan.

Selain itu, kata Dadang, sarana pendukung lain juga cukup representatif. "Ruang ganti atlet, ruang pemanasan, toilet dan fasilitas lainnya sudah bagus," ujarnya.

Meskipun demikian, Dadang mengaku masih harus menyiapkan rancangan tata letak venue untuk PON nanti. Soalnya, rancangan sebelumnya yang disiapkan untuk gedung konvensi Universitas Telkom, tidak cocok untuk diterapkan di GOR ITB Jatinangor.

Beberapa hal penting yang harus diatur adalah tata pencahayaan agar tidak menyilaukan atlet saat bertanding nanti. "Untuk pendingin ruangan juga sepertinya kami akan kurangi. Kalau di Universitas Telkom butuh 40 pendingin, di Jatinangor sepertinya 30 saja sudah cukup," kata Dadang.

Meskipun demikian, Dadang mengakui ada kekurangan venue Jatinangor dibandingkan dengan Universitas Telkom. Soalnya luas areal parkir di Jatinangor tak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Masalahnya, ucap Dadang, areal parkir di Jatinangor itu akan digunakan untuk venue tiga cabor, tenis meja, pencak silat dan futsal. "Kalau di Telkom kita hanya satu cabor. Di Jatinangor ada tiga cabor, jadi semua pengunjung menggunakan satu areal parkir," ujarnya.

Dadang menambahkan, rata-rata kapasitas venue ITB Jatinangor adalah 2000 orang. Dengan asumsi kondisi venue penuh, maka akan ada 6000 penonton.

Jika semua penonton itu menggunakan kendaraan minibus berkapasitas 6 penumpang, artinya akan ada 1.000 mobil dalam satu waktu. "Ini jelas membutuhkan pengaturan khusus. Maka kami minta ada tes event untuk melihat sejauh mana daya tampung di sana saat PON," tutur Dadang.***
Bagikan: