Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 24.9 ° C

Pemerintah Minta Perpanjangan Waktu Kepada Dorna

Wina Setyawatie
JAKARTA, (PR).- Jalan Indonesia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP 2017 ternyata belum tuntas. Pemerintah masih meminta perpanjangan waktu hingga 31 Juli 2016 ini untuk mengkaji lebih dalam terkait tuan rumah MotoGP.

Seperti yang diketahui, Februari lalu pertemuan tertutup antara Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi dengan perwakilan Dorna di Kemenpora telah menyepakati jika pihak Dorna selaku pemegang lisensi balapan MotoGP memberikan kelonggaran waktu untuk Indonesia memenuhi persyaratan awal sebagai calon tuan rumah MotoGP 2017. Perpanjangan waktu yang diberikan adalah hingga akhir Juni 2016 lalu.

"Kita belum melakukan tanda tangan kontrak tuan rumah MotoGP dengan Dorna. Karena kami masih membutuhkan waktu lagi untuk melakukan kajian lebih komprehensif terkait penyelenggaraan MotoGP. Menpora telah mengirimkan surat ke Dorna pada 30 Juni lalu, yang intinya meminta extend hingga akhir Juli 2016. Sembari juga menunggu apakan Dorna oke dengan Sentul sebagai venue atau tidak," kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto melalui pesan singkat kepada "PR", Senin 11 Juli 2016.

Menpora pada tanggal 19 April 2016 lalu telah mengirimkan surat kepada Presiden RI mengenai rencana penyelenggaraan MotoGP, tapi sesuai hasil rapat koordinasi di Setneg pada tanggal 3 Mei 2016, Kemenpora harus berkomunikasi dengan PT Sarana Sirkuitindo (pihak Sentul) guna mengkaji lebih komprehensif untuk kemungkinan terbitnya Keputusan Presiden yang akan menjadi dasar hukum penggunaan APBN untuk membayar commitment fee sebesar 7 juta euro untuk penyelenggaraan 2017, lalu 8 juta euro untuk balapan 2018, dan 8,4 juta euro untuk tahun penyelenggaraan MotoGP 2019. Masalah Keppres ini yang menurutnya diperlukan pembahan yang lebih intens lagi.

"Surat balasan dari Dorna sudah diterima, tapi saya masih harus melapor ke Pak Menteri terlebih dahulu. Sejauh ini win-win sih responsnya," ujar Gatot menambahkan.

Sebelumnya, menurut dia, jika tidak memungkinkan maka untuk penyelenggaraan MotoGp 2017 mungkin akan dilepas dan menunggu kemungkinan untuk tuan rumah penyelenggaraan di 2018.***
Bagikan: