Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 23.2 ° C

Peraih Medali Emas Olimpiade Dapat Bonus Rp 5 Miliar

Arie C. Meliala
JAKARTA, (PR).- Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Gatot S Dewa Broto mengatakan tahun ini peraih medali emas mendapatkan bonus Rp 5 miliar. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding bonus untuk peraih emas olimpiade sebelumnya Rp1 miliar. Walaupun memang tidak ada atlet Indonesia yang meraih emas pada olimpiade sebelumnya.

"Kalau untuk Olimiade Rio de Janeire berlipat ganda, kalau emas Rp 5 miliar, perak Rp 2 miliar, perunggu Rp 1 miliar," kata Gatot di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 22 Juni 2016.

Selain mendapat bonus, pemerintah untuk pertama kali juga memberikan tunjangan hari tua atau seperti uang pensiun untuk peraih medali emas Rp 20 juta per bulan, peraih medali perak Rp 15 juta per bulan dan peraih medali perunggu Rp 10 juta per bulan. Tahun ini, tunjangan hari tua sudah berjalan secara simbolis dan diberikan awal Juni lalu. Tunjangan ini diberikan untuk semua yang pernah mendapat medali.

"Tidak hanya olimpian (orang yang pernah mendapat medali dalam olimpiade) tapi paraolimpiade atau, maaf atlet yang cacat berlaga di paraolimpic. Mereka yang dapat emas, perak, perunggu, mereka dapat tunjangan hari tua yang jumlahnya sama. Kalau ditanya sampai kapan? Sampai dipanggil Allah, sampai meninggal," kata Gatot menjelaskan.

Anggaran untuk tunjangan ini dialokasikan dari APBN pos kementerian pemuda dan olah raga. Anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp6 miliar setiap tahun dengan harapan dapat bertambah pada tahun berikutnya jika Indonesia memperoleh medali dalam olimpiade 2016. Tunjangan ini tidak akan diberikan per bulan melainkan dicairkan per tahun agar praktis. Angka itu menurut Gatot tidak besar tetapi memiliki dampak yang sangat besar.

Dia mengatakan ada alasan mengapa tunjangan ini diberikan hanya pada peraih medali olimpiade, bukan peraih medali di Asean Games. Selain karena anggaran keuangan yang terbatas, Gatot mengatakan pemerintah juga ingin mendorong orang untuk terobsesi berprestasi tidak tanggung-tanggung sampai di olimpiade.

Namun, pemerintah tidak akan memberikan tunjangan bagi peraih medali di Olimpiade dari Indonesia yang kini sudah berganti kewarganegaraan. "Dalam ketentuan Peraturan Menteri itu kalau sudah pindah kewarganegaraan maka hilang haknya untuk mendapatkan tunjangan," kata Gatot.

Gatot yakin rencana itu tidak akan mengalami perubahan sekalipun terjadi pergantian pemerintahan. Soalnya, ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri. Gatot berharap ketentuan itu dapat diatur lagi dalam peraturan yang lebih tinggi seperti peraturan pemerintah atau peraturan presiden hingga undang-undang. "Karena sejauh ini di UU belum ada mengatur pensiun atlet," katanya.***
Bagikan: