Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

El Clasico, Partai Klasik Penuh Harga Diri Klub

Anwar Effendi
BARCELONA, (PR).- Pertandingan yang paling dinanti ada di depan mata, dengan Barcelona akan menjamu Real Madrid di Camp Nou, Sabtu 2 April 2016 malam waktu setempat. Pasukan Luis Enrique membidik kemenangan kedua di El Clasico musim ini setelah pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu mereka menghancurkan musuh bebuyutan empat gol tanpa balas.

Banyak hal yang dipertaruhkan saat dua rival abadi ini bentrok nanti malam. Partai klasik ini tidak hanya mempertaruhkan tiga angka, tapi juga reputasi dan harga diri klub. Bagi Blaugrana, mengepak kemenangan di rumah sendiri adalah suatu keharusan, demi memantapkan posisi mereka di tabel Liga. Di tengah mood yang sedang positif, asukan Luis Enrique memang diunggulkan menyegel tripoin untuk memperlebar jarak dengan Los Blancos menjadi 13 poin!

Namun menekuk Madrid jelang bukan perkara gampang, karena Cristiano Ronaldo dkk juga datang dengan target tinggi. Mereka tentu gengsi jika harus kembali dipermak klub Catalan. Dan seperti yang diungkapkan entrenador Zinedine Zidane, menekuk timnya tidak semudah menghitung satu, dua tiga.

“Saya akan tidur seperti biasanya malam ini. Saya akan menikmati hari esok - pertandingan Barca Madrid pertama saya sebagai pelatih. Saya ingin menikmatinya," kata Zidane yang dikutip Goal.

“Dalam permainan sepakbola, kami harus ingat itu dan menikmatinya - peluang melawan pemain bagus dan menguji diri Anda melawan Barcelona. Tidak mudah mengalahkan Madrid. Saya ingin melihat laga bagus dan tim saya menang,” ujarnya.

Zidane benar, Blaugrana tak boleh memandang sebelah mata laga sarat gengsi ini. Apalagi jika melihat sejarah sebelumnya ketika Blaugrana justru terpeleset di El Clasico saat unggul sepuluh poin dari sang rival. Dari tiga pertemuan dengan selisih kedua tim lebih dari sepuluh poin, Barca tidak pernah menang dengan hanya sekali seri dan dua kali kalah, termasuk ketika Madrid menekuk mereka 2-1 pada 2 Maret 2013.

Madrid yang saat itu masih diarsiteki Jose Mourinho dalam kondisi tertinggal 16 poin, namun mereka mampu mempecundangi Barca lewat gol Karim Benzema dan Sergio Ramos, sementara mega bintang Azulgrana Messi hanya mampu memberikan gol konsolasi.

Faktor kelelahan juga bisa menjadi salah satu atribut yang akan memengaruhi pertandingan kali ini. Andres Iniesta mengeluhkan jadwal El Clasico yang digelar tepat setelah jeda internasional, ketika mayoritas pemain terbang bersama timnas masing-masing termasuk trio Messi, Luis Suarez dan Neymar yang terbang ke Amerika Selatan untuk melakoni pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Ini bukan cara terbaik untuk mempersiapkan sebuah pertandingan tapi ini wajar mengingat jadwal yang kami miliki,” ujar Iniesta dalam konferensi pers.

“Mereka yang tetap tinggal berusaha untuk pulih dan mereka yang pergi, bermain. Saya tak berpikir Messi dan Suarez akan terpengaruh jika mereka tidak tiba dalam waktu yang bagus. Mereka bermain. Kami tahu lawan kami dan tahu apa yang harus dilakukan.”

Sementara itu Madrid sedang dalam bentuk terbaik sejak kedatangan Zidane, dengan merangkai empat kemenangan beruntun sejak kalah 1-0 di rumah sendiri dari Atletico, tapi skuat Enrique memenangkan 20 dari 22 pertandingan di Camp Nou. Sejarah terkini juga berpihak kepada tuan rumah dengan Barca memanen empat kemenangan dari enam El Clasico terakhir, sementara Madrid hanya memenangkan satu tujuh lawatan mereka ke Camp Nou.

Laga klasik kali ini kembali menyoroti Messi yang berpeluang mencetak gol ke-500 sepanjang karier setelah baru-baru ini membukukan gol ke-50 di tingkat internasional saat Argentina menekuk Bolivia 2-0.

Mengenai ketersediaan pemain, Zidane dapat memboyong skuat terbaik selagi Barca tanpa diperkuat Jeremy Mathieu yang mengalami cedera saat membela Prancis, sementara Adriano juga absen akibat masalah hamstring.(goal/A-147)***
Bagikan: