Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Dua Perubahan Aturan di Babak Semi final Piala Sudirman

Wina Setyawatie
JAKARTA, (PRLM).- Ada dua perubahan peraturan yang berlaku dalam pertandingan babak semi final Piala Jenderal Sudirman 2016 yang akan berlangsung 9-10 dan 16-17 Januari mendatang. Dalam semi final nanti, tidak ada tambahan babak dalam pertandingan dan starting eleven harus menempatkan dua pemain U-21.

Untuk aturan pertama, hal ini tentu berbeda dengan aturan yang berlaku di babak penyisihan dan delapan besar kemarin, dimana jika hasil 2x45 menit berakhir imbang maka diadakan adu penalti guna mencari pemenang. Namun, di babak "4 Besar" ini, adu pinalti akan dilakukan jika agregat kedua semifinalis yang saling berhadapan berimbang hingga leg kedua.

Hal itu diungkapkan CEO Mahaka Sports & Entertainment Hasani Abdulgani dalam jumpa pers di 100 Eatery Hotel Century, Senayan, Jakarta, Senin (4/1/2016). "Ini dilakukan guna meningkatkan daya juang tim dan menambah keseruan dalam permainan. Produktivitas gol tetap akan kami lihat, tapi tidak ada perpanjangan waktu. Perpanjangan waktu baru akan berlaku di babak final nanti," katanya.

Babak semi final ini akan berlaku sistem kandang-tandang, dimana para tim runner-up seperti Mitra Kukar dan Pusamanis Borneo FC akan terlebih dahulu menjamu tamunya di leg pertama. Mitra Kukar menjamu Arema di Stadion Aji Imbut pada Sabtu (9/1/2016), sedangkan Pusamania akan menghadapi Semen Padang di Stadion Segiri sehari setelahnya. Leg kedua, sebaliknya, Semen Padang akan bermain di kandangnya, Stadion Haji Agus Salim (16/1/2015) dan Arema akan melawan Mitra Kukar di Stadion Kanjuruhan (17/1/2016).

Sementara untuk aturan kedua, memberikan kesempatan pemain muda untuk bisa mendapatkan jam terbang lebih dalam pertandingan memang diakuinya sudah menjadi komitmen mereka sejak awal. Namun, bila akumulasi kartu terjadi terhadap pemain U-21 maka dia tetap tidak bisa diturunkan dan dapat digantikan oleh pemain senior. Tapi itu pun harus berdasarkan kondisi yang tidak memungkinkan dan tanpa kesengajaan.

"Semua daftar pemain beserta usia dan jumlah kartunya kami pegang. Jadi jika ada unsur-unsur kesengajaan, maka sesuai dengan keputusan kami bersama adalah klub, akan kami kenakan denda sebesar Rp 100 juta. Soal kalah menangnya tidak kami gugat. Sedangkan regulasi yang lainnya tetap sama," tukasnya.

Wacana pemindahan tempat pelaksanaan babak final yang akan berlangsung 24 Januari mendatang, mengingat akan adanya renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, tidak jadi dilakukan. Pasalnya, menurut Hasani, pihaknya telah mendaftarkan atau memesan tempat untuk partai final tersebut sebelum 10 November lalu.

"Ketika itu opsi tanggal tersebut masih diterima oleh pengelola GBK dan hingga kemarin pun, kami tanyakan kembali, pengelola GBK masih mengiyakan. Karena kemungkinan renovasi baru akan berjalan atau akan dilaksanakan yang lebih detail setelah babak final berlangsung," imbuhnya. Saat ini, ujarnya, seiring persiapan menuju final, kemungkinan memang akan ada renovasi, tapi sifatnya kecil-kecilan hingga dia menjamin tidak akan mengganggu persiapan final. (Wina Setyawatie/A-147)***
Bagikan: