Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

PSSI Belum Keluarkan Rekomendasi Piala Sudirman

Wina Setyawatie
JAKARTA, (PRLM).- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menolak memberikan rekomendasi penyelenggaraan Indonesia Champioship Jenderal Sudirman 2015. Mereka baru akan memberikan rekomendasi jika PT Liga Indonesia yang menggelarnya.

Hal itu diungkapkan Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti seperti yang dikutip dari situs resmi PSSI, Selasa (27/10/2015). Pihaknya memang mengakui jika telah dihubungi oleh Panglima TNI, Gatot Nurmantyo terkait akan digelarnya turnamen Piala Sudirman tersebut mulai 14 November mendatang. Namun, dirinya juga mengaku jika telah menginformasikan kepada Gatot persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi dari PSSI.

"Memang betul saya ditelefon Panglima TNI. Tapi, beliau sudah saya jelaskan kalau PSSI baru akan memberikan rekomendasi dengan syarat PT Liga Indonesia yang menggelarnya," katanya.

Jika bukan Liga yang menggelarnya, La Nyalla menegaskan bahwa tim-tim Liga Super Indonesia (ISL) yang akan menjadi peserta di turnamen tersebut tidak akan ambil bagian. Pasalnya dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia akhir pekan lalu, menurutnya, sudah jelas jika semua klub-klub Liga Super tidak akan ikut dalam turnaman yang tidak mendapatkan rekomendasi dari PSSI.

"Hasil RUPS Luar Biasa Liga kemarin sudah jelas. Bahwa klub-klub Liga Super Indonesia hanya akan ikut turnamen jika mendapatkan rekomendasi dari PSSI," ungkapnya.

Sebelumnya dalam jumpa pers, Senin (26/10/2015) kemarin, pihak penggagas turnamen, Panglima TNI mengaku jika dirinya telah melakukan komunikasi dengan Ketua PSSI langsung. Dari hasil komunikasi tersebut, Gatot mengaku telah mendapatkan lampu Hijau untuk menggelar Piala Sudirman.

Pihak Mahaka Sports & Entertainment, melalui CEO-nya, Hasani Abdul Gani kepada "PR" mengatakan jika untuk masalah rekomendasi ini pihaknya tidak ikut campur. Dia mengatakan, jika keterlibatan Mahaka kali ini berbeda dengan penyelenggaraan Piala Presiden kemarin, bahwa mereka merupakan promotor turnamen. Tapi kali ini pihaknya hanya sebatas operator atau pihak yang ditunjuk oleh Panglima TNI untuk menjalankan pertandingan.

"Nanti pihak Panglima akan berkoordinasi dengan Ketua PSSI. Karena even ini merupakan milik mereka (TNI), bukan kami. Kami disini hanya membantu untuk kompetisinya," imbuhnya menjelaskan.

Keterlibatan PSSI sendiri dalam turnamen ini, sebelumnya diakui bukan sebagai bagian dari penyelenggara. Namun keterlibatan federasi ada dalam perangkat pertandingan.

Sementara itu, pihak Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI) mengatakan jika ingin menyelenggarakan Piala Sudirman, maka Mahaka harus meminta rekomendasi Tim Transisi. Sekjen BOPI Heru Nugroho menuturkan jika pihak Mahaka sebagai penyelenggara harus berkoordinasi dengan Tim Transisi, sebelum mengajukan permintaan rekomendasi dari BOPI.

"Karena saat ini aktivitas federasi sepak bola Indonesia tidak diakui oleh pemerintah, maka otomatis mereka (Mahaka -Red.) harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Tim Transisi yang saat ini kami akui sebagai pengganti atau badan yang menjalankan fungsi federasi," katanya.

Koordinasi tersebut, menurut Heru sudah sesuai dengan amanat undang-undang. Dalam UU SKN pasal 1 (ayat 25), pasal 51 (ayat 2) dan pasal 89 (ayat 1), seperti dikutip Heru, dijelaskan bahwa penyelenggara kejuaraan olahraga yang mendatangkan masa penonton, wajib mendapatkan rekomendasi dari induk cabang olahraga.

"Jika dilanggar, maka akan dikenakan sanksi pidana dua tahun penjara atau maksimal denda satu miliar Rupiah," tegasnya kemudian. (Wina Setyawatie/A-147)***
Bagikan: