Sebut Ada Rambu Militer yang Ditabrak, Fahri Hamzah: Kalau Saya Jadi Menhan Ini adalah Lampu Kuning

- 21 November 2020, 12:15 WIB
Politisi kondang tanah air Fahri Hamzah. /Instagram.com/@fahrihamzah

PIKIRAN RAKYAT - Politisi kondang Tanah Air, Fahri Hamzah menyampaikan dukungannya terkait semboyan TNI dan Polri bersatu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Fahri Hamzah melalui cuitan pada Twitter-nya.

“Kita dukung semboyan “TNI dan POLRI bersatu”,” tulis Fahri Hamzah, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari cuitan @Fahrihamzah pada 21 November 2020.

Baca Juga: Atletico Madrid Vs Barcelona: Antoine Griezmann Tak Betah di Barca, Simeone Sindir Ronald Koeman

“Tapi kita pasti harus menolak tugas TNI sama dengan POLRI. Kita jangan lupa sejarah. Kita telah mengoreksi ABRI dan mengeluarkan POLRI dari-nya. Indonesia adalah negara hukum dan dikelola secara sipil. Militerisme masa lalu,” tulisnya menambahkan.

Disamping itu, Fahri Hamzah menyatakan bahwa dirinya merasa tidak paham, lantaran menurutnya setelah 20 tahun lebih reformasi, tetiba muncul pejabat militer masuk ke dalam demokrasi pengelolaan warga sipil.

Fahri Hamzah menduga, TNI dan POLRI bersatu telah dimaknai sebagai bersatunya fungsi.

Baca Juga: Sulih Suara Mulan di Disney+ Hotstar, Yuki Kato: Saya Harap Bawa Kehormatan Bagi Kita Semua

“Saya gak paham sih, setelah 20 tahun lebih reformasi kita tiba2 muncul pejabat militer masuk dalam demarkasi pengelolaan negara sipil ini,” tulis Fahri Hamzah.

“Dugaan saya karena “TNI dan POLRI bersatu telah dimaknai sebagai bersatunya fungsi”. Tentu kita sayangkan dan cukup menyedihkan,” tulisnya menambahkan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X