Bantah Ucapan Jubir Presiden soal Kebebasan Berpendapat, BEM UNY: Kami Belum Aksi Sudah Diciduk

- 29 Oktober 2020, 16:25 WIB
JURU Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman dan Ketua BEM UNY Bayu Septian.* /Kolase instagram/fadjroelrachman dan tangkapan layar YouTube

PIKIRAN RAKYAT - Demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja masih terus digelar oleh mahasiswa hingga hampir sebulan penuh.

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengklaim pihak pemerintah selalu menghargai kebebasan berpendapat dan berdemonstrasi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa selama ini.

Namun, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Yogyakarta (BEM UNY) Bayu Septian menampik ucapan tersebut dengan kenyataan pencidukan para pendemo oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Disambangi Menlu AS, Retno Marsudi Sebut Jokowi Ingin Amerika Jadi True Friend of Indonesia

Sebelum jauh menanggapi aksi yang terus menerus dilakukan mahasiswa, Fadjroel terlebih dahulu bernostalgia.

"Mataku berkaca-kaca mendengar mahasiswa berbicara tadi karena mengingat di masa rezim Soeharto Orde Baru saya divonis 3 tahun dibuang ke Nusa Kambangan," tuturnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Najwa Shihab.

Ia pun menyebut bahwa demokrasi yang kini dinikmati oleh mahasiswa adalah hasil perjuangan dirinya bersama para aktivis di masa lampau.

Baca Juga: Rilis Hasil Survei Ketidakpuasan Publik pada Hukum Indonesia, IPO: Korupsi Jadi Pemantik Terbesar

Selanjutnya, Fadjroel mengatakan 'Istana tegak lurus dengan demokrasi'. Maksudnya, mereka menghargai kebebasan berpendapat.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X