Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset Inovasi, Menristek: Produksi Rapid Test 350.000 per Bulan

- 26 Oktober 2020, 17:47 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19. /

PIKIRAN RAKYAT - Guna mencegah penularan Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 8 bulan di Indonesia, pemerintah terus melakukan inovasi produksi tapid test, Polymerase Chain Reaction (PCR) Test Kit, dan Ventilator.

Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN) membentuk konsorsium riset inovasi.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dair laman Covid19.go.id, konsorsium ini melibatkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, industri swasta, BUMN, serta berbagai unsur pemerintah telah membuahkan hasil. Bahkan beberapa diantaranya sudah diproduksi.

Baca Juga: Kecam Tindakan Presiden Prancis, PM Pakistan Minta Facebook Larang Konten Islamofobia

Beberapa diantara konsorsium inovasi itu membuat Rapid Diagnostic Test, PCR, Test Kit, dan Ventilator. Tentunya yang sedang didalami adalah riset Vaksin Merah Putih.

“Rapid test atau tes cepat berbasis antibodi produksinya sudah mencapai 350 ribu unit per bulan," kata Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Bambang Brodjonegoro dalam Konferensi Pers yang diadakan di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa, 20 Oktober 2020.

"Diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang jumlahnya bertambah mencapai satu juta unit per bulan,” tambahnya.

Baca Juga: Cegah Klaster Baru, Pemkab Karawang dan Apindo Bentuk Satgas Covid-19 di Lingkungan Pabrik

Menristek menjelaskan bahwa alat tes cepat deteksi dari Covid-19 yang dinamakan GeNose adalah hasil inovasi dari Universitas Gajah Mada.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X