Angka Melahirkan Secara Sesar Melonjak, Beban BPJS Kesehatan Jebol, Kesehatan Ibu Terancam

- 24 Oktober 2020, 12:41 WIB
Ilustrasi penanganan ibu hamil di fasilitas kesehatan. / raman bhardwaj

PIKIRAN RAKYAT - Penjaminan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pengguna BPJS Kesehatan, rupanya ada pengaruh terhadap jumlah melahirkan secara sesar.

Pilihan untuk melahirkan secara sesar, bukan lagi soal alternatif dari kelahiran secara normal.

Namun, akademisi Universitas Airlangga, Sofia Al Farizi, menyoroti ada indikasi lambatnya rujukan fasilitas kesehatan, hingga kecurangan tenaga medis.

 Baca Juga: Dekan Fakultas Kehutanan UGM: Perlu Pengawalan dalam Penyusunan Turunan UU Cipta Kerja

Efek dari angka di lapangan, beban anggaran BPJS Kesehatan yang jebol juga terindikasi ada pengaruhnya dari angka melahirkan sesar yang melonjak.

Lebih dari itu, kesehatan perempuan terutama ibu hamil dan melahirkan pun terancam.

Persalinan melalui operasi sesar di Indonesia kini menjadi lebih populer dibanding sebelum pemerintah memberlakukan kebijakan asuransi sosial melalui program Jaminan Kesehatan Nasional.

 Baca Juga: Usung Dedainy Futuristik, Mobil Hummer Listrik Ludes Terjual dalam 11 Menit Saja

Tingginya angka persalinan melalui pembedahan dinding perut ini bukan hanya meningkatkan beban BPJS Kesehatan, tapi juga bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu jika dilakukan tanpa indikasi medis yang kuat.

Riset yang saya lakukan di empat rumah sakit rujukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan ada kenaikan signifikan proporsi persalinan melalui operasi sesar sebelum dan setelah JKN diimplementasikan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: The Conversation


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X