Peneliti: Pemerintah Buru-buru Impor Vaksin Covid-19, padahal Belum Ada yang Aman dan Ampuh

- 24 Oktober 2020, 10:57 WIB
ILUSTRASI vaksin Covid-19.* /pixabay

 

PIKIRAN RAKYAT - Peneliti Yohanes Cakrapradipta Wibowo membeberkan fakta bahwa belum ada vaksin yang terbukti ampuh dan aman dalam memerangi pandemi Covid-19.

Lantas ia menyoroti bagaimana pemerintah buru-buru mendatangkan vaksin tersebut, November 2020.

Yohanes menyatakan, daripada buru-buru, alangkah lebih baik pemerintah memperkuat kebijakan dan implementasinya untuk mencegah penyebaran COVID dengan meningkatkan level pengetesan, pelacakan, pengisolasian, dan pengobatan pasien COVID.

 Baca Juga: Barcelona vs Real Madrid: Fakta Terungkap, Lionel Messi Mandul di El Clasico tanpa Cristiano Ronaldo

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pekan ini menyatakan bulan depan, sekitar 6,6 juta dosis vaksin dari Cina tiba di Indonesia.

Vaksinasi massal akan dimulai juga awal bulan depan, lebih cepat sebulan dari rencana sebelumnya. Vaksin yang dipesan itu dari Cina adalah produksi Sinovac, G42/Sinopharm, dan CanSino Biologics.

Rencana pemberian vaksin secara besar-besaran pada November atau Desember patut dipertanyakan.

 Baca Juga: Mantan Ketua MK: Kepemimpinan Berbangsa dan Bernegara Bukanlah Sekadar Sibuk Berkata-kata

Dari ketiga jenis vaksin itu, belum ada yang dinyatakan aman dan ampuh untuk meningkatkan imunitas masyarakat karena belum lolos uji tahap III. Ini tahap terakhir uji klinik pada manusia sebelum vaksin diproduksi massal. Ketiga vaksin masih dalam tahap uji klinik tahap akhir.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X