Tak Ingin Beratkan Masyarakat, Bio Farma Patok Harga Vaksin Covid-19 di Kisaran Rp200.000

- 20 Oktober 2020, 18:10 WIB
Ilustrasi vaksin. /Pixabay/Liz Masoner

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah mengaku tak ingin membebankan masyarakat terkait harga vaksin Covid-19 Sinovac yang rencananya akan diproduksi oleh PT Bio Farma sebanyak 17 juta per bulan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menuturkan, bahwa pemerintah mempertimbangkan tetap melindungi lewat vaksin Covid-19 tanpa memberatkan masyarakat.

"Tentunya pemerintah tidak ingin memberatkan masyarakat," tutur Wiku Adisasmito dalam talkshow bertajuk Menjemput Asa Vaksin Covid-19, yang digelar pada Senin 19 Oktober 2020 itu.

Baca Juga: Sinopsis Wild Card, Saksikan Kisah Jason Statham Melawan para Mafia di Bioskop Trans TV

Dalam kesempatan tersebut, Wiku Adisasmito juga menjelaskan skema penyebaran vaksin Covid-19.

Dikatakannya bahwa vaksin Covid-19 akan dilakukan berdasar pada prioritas, hal tersebut lantaran produksi vaksin Covid-19 dilakukan secara bertahap.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa, mekanisme prioritas tersebut mengacu pada orang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 seperti Dokter, tenaga kesehatan, dan perawat yang setiap hari bersentuhan dengan pasien Covid-19.

Baca Juga: 'Ketakutan' Ronald Koeman pada Amarah Messi Jelang Liga Champions Barcelona vs Ferencvaros

"Nanti ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan kepada orang yang berisiko tinggi dan juga diberikan ke daerah," kata Wiku Adisasmito.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso

Sumber: Covid.go.id


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X