Klaster Pondok Pesantren Muncul, Ganjar Pranowo akan Ambil Tindakan Penutupan Sementara

- 25 September 2020, 14:46 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ikut berkomentar soal Dangdutan di Pesta Nikah dan Khitan yang Diadakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal. /Pikiran-Rakyat.com/Eviyanti

PIKIRAN RAKYAT - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pembelajaran di pondok pesantren yang menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah untuk ditutup sementara waktu

Dua pondok pesantren yang dimaksud Ganjar adalah ponpes di Kabupaten Kebumen dan Banyumas.

Ganjar juga memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng melakukan tindakan-tindakan pengamanan seperti sterilisasi dengan penyemprotan dan tracing terhadap para santri.

Baca Juga: Dituding Sebar Informasi Palsu, BMW Dijatuhi Sanksi Rp 269 Miliar

"Saya minta pengelola pondok pesantren (ponpes) yang menjadi klaster penyebaran covid untuk menutup sementara kegiatan belajar mengajar. Saya minta, kalau kondisinya tidak memungkinkan seperti itu, suruh nutup dulu. Soalnya kalau seperti itu kan membahayakan," kata Gubernur Ganjar ditemui usai rapat paripurna di DPRD Jateng, Jumat 25 September 2020.

Saat ini dua ponpes di Kabupaten Banyumas dan Kebumen yang ada klaster sekarang sudah ditangani dengan melakukan sterilisasi.

"Sudah disemprot, dan saya minta dilakukan tracingnya. Sekarang sudah berjalan," paparnya.

Baca Juga: Lowongan Kerja BUMN September 2020: PT Hotel Indonesia Natour Buka 14 Posisi Penempatan di 5 Kota

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menyebut ada klaster baru penularan Covid-19 di Jawa Tengah. Klaster tersebut adalah klaster pondok pesantren yang ada di Kebumen dan Banyumas.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X