PBNU Desak Pilkada 2020 Ditunda Demi Kemanusiaan, Sekjen: Apa Mungkin Hilangkan Kampanye Tatap Muka?

- 24 September 2020, 17:39 WIB
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020. /Pikiran-Rakyat.com/Fian Afandi

PIKIRAN RAKYAT - Alasan kemanusiaan adalah alasan yang diambil sejumlah pihak untuk terus mendesak pemerintah agar menunda penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Hal itu setidaknya disampaikan oleh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam diskusi yang digelar secara daring oleh Persatuan Wartawan Indonesia, Kamis 24 September 2020.

Dalam diskusi tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menyebut desakan penundaan ini adalah salah satu upaya NU menjaga diri masyarakat Indonesia dari kondisi pandemi yang semakin parah.

Baca Juga: Selama Covid-19 Banyak Warga Pindah ke Desa, Menko PMK: Pandemi Momentum Instal Ulang Ekonomi

Menurut dia, sudah memasuki enam bulan masa pandemi Covid-19 di Indonesia belum ada perbaikan yang signifikan. Malah kondisinya semakin parah saja.

"Ini memasuki masa genting yang luar biasa. Kita harus jujur belum melakukan protokol kesehatan secara tepat. Kasusnya saja sudah mencapai 275.000 kasus dengan rekor tertinggi kemarin yakni 4465 kasus positif hanya dalam sehari," kata Helmy.

Di tengah kondisi ini bukanlah hal bijak untuk menyelenggarakan Pilkada. Menurut Helmi, di Pilkada ini ada setidaknya 1468 calon yang akan berkontestasi di 270 daerah yang menggelar Pilkada.

Baca Juga: Teka-teki Pengunduran Juru Bicara KPK, Sempat Bahas Kondisi Politik dan Hukum yang Berubah

Tahapan-tahapan yang akan dilalui sangat mungkin menjadi klaster penyebaran. Ironisnya, pada tahapan yang sudah digelar seperti pendaftaran saja sudah banyak pelanggaran yang terjadi.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X