Faisal Basri Komentari Anggaran untuk Tangani Covid-19 Tahun 2021, Staf Khusus Menkeu Buka Suara

- 19 September 2020, 19:36 WIB
EKONOM Faisal Basri menilai langkah pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi masih kalah cepat dari Covid-19. /AMIR FAISOL/PR

PIKIRAN RAKYAT - Ekonom Faisal Basri mengeritik anggaran untuk penanganan Covid-19 di tahun 2020 yang disusun oleh Kementerian Keuangan. 

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menanggapi kritik yang diungkapkan ekonom Faisal Basri terkait anggaran penanganan Covid-19 yang dinilainya menurun.

"Sekali lagi, terima kasih atas masukan dan kritik Bang FS (Faisal Basri red.) RAPBN 2021 tidak disusun di ruang hampa, ada pijakan," katanya dalam akun Twitternya @prastow.

Baca Juga: Aturan Penggunaan Sepeda Terbit, Jenis Pesepeda Dibagi Dua Kelompok

Dalam keterangannya, alokasi anggaran itu setara 6,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB) atau berada di mandat UU sebesar 5 persen.

Sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-depok.com dalam artikel, "Anggaran untuk Penanganan Covid-19 Tahun 2021 Tuai Kritik, Ini Kata Kemenkeu", adapun anggaran yang turun tersebut, merupakan alokasi belanja non-kementerian dan lembaga.

Sedangkan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) naik dari Rp78,5 triliun menjadi Rp84 triliun di tahun 2021.

Baca Juga: 5 Perubahan yang Biasa Dialami Ibu Hamil, Bau Badan Salah Satunya

"Apa maknanya? Cukup jelas. Keberpihakan semakin kuat, tercermin anggaran rutin @KemenkesRI 2021 naik. Tapi kok anggaran kesehatan turun? Iya, alokasi stimulus turun seiring telah tersedianya sarana/prasarana kesehatan di tahun 2020 yang tetap dapat digunakan di 2021," tuturnya.***(Billy Mulya Putra/Pikiranrakyat-depok.com)

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Pikiran Rakyat Depok


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X