Ternak Babi Sampai Rumah Sakit Disebut Pencemar Bengawan Solo, Ganjar Pranowo: Banyak Pipa Siluman

- 18 September 2020, 16:14 WIB
Langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tangani pencemaran Bengawan Solo: deadline Desember atau langsung tindak pidana. /Dok. Humas Pemprov Jateng

PIKIRAN RAKYAT - Ganjar menargetkan batas waktu hingga Desember 2020. Kalau sampai Desember tidak selesai, Maka Januari akan langsung tindak tegas.

Pihaknya belum mengambil tindakan hukum atas kasus pencemaran ini. Namun jika batas waktu yang ditentukan yakni setahun tidak juga selesai, Ganjar dengan tegas mengatakan akan menindak secara hukum.

"Akan kami ambil tindakan pidana bagi yang membuang limbah , Ganjar Pranowo dalam kasus pencemaran lingkungan di Bengawan Solo di hadapan anggota Komisi III DPR RI, saat kunjungan ke Jawa Tengah Jumat, 18 September 2020.

Baca Juga: BST Kemensos Rp300.000 per KPM Cair, Antrean di Cimahi Membeludak Tanpa Jaga Jarak

Di hadapan anggota DPR RI Ganjar dengan gamblang menyebutkan berbagai persoalan pencemaran lingkungan khususnya di Bengawan Solo.

Bahkan, dirinya sudah memiliki peta secara detail, perusahaan apa saya yang mencemari dan tindakan yang sudah dilakukan saat ini.

"Di sekitar bantaran Bengawan Solo itu ada banyak perusahaan besar, industri kecil, peternakan babi, hotel, rumah sakit, dan beberapa tempat lain yang menjadi penyebab pencemaran. Kami sudah menerjunkan tim khusus untuk menangani persoalan ini. Tiap hari saya minta laporannya," kata Ganjar di hadapan anggota DPR RI itu.

Baca Juga: IHGS Ikut Menguat Bersama dengan Tiga Indeks Asia, Terapresiasi 0,41 Persen di Akhir Sesi II

Bahkan, pihaknya juga sudah memanggil secara khusus, perusahaan-perusahaan, industri kecil dan peternakan yang terindikasi melakukan pencemaran.

Mereka diminta berkomitmen melakukan perbaikan pengelolaan limbahnya dalam waktu setahun, dan akan berakhir pada Desember tahun ini.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

iNSulteng

Motor Tukang Ojek Diembat Maling

20 Oktober 2020, 02:49 WIB
X