Jumlah Konfirmasi Covid-19 Tanpa Gejala di Banyumas yang Meninggal Bertambah

- 7 Agustus 2020, 16:39 WIB
ILUSTRASI COVID-19.* /pixabay/The Digital Artist

PIKIRAN RAKYAT - Lagi, orang tanpa gejala (OTG) di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah meninggal dunia.

Pasien seorang pekerja sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) kabupaten setempat.

Pekerja sosial tersebut dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta yang spesifik.

Baca Juga: Sebut Dana Bos Bisa Untuk Pulsa Orang Tua Murid, Nadiem Makarim: Diskresinya Kepala Sekolah

Perempuan berusia 30 tahun ini sempat menjadi orang tanpa gejala Covid-19,  dia hanya mengeluh sesak nafas kemudian meninggal dunia pada Kamis, 6 Agustus 2020.

"Gejalanya ringan, tidak parah seperti pasien-pasien Covid yang meninggal di awal-awal pandemi. Hanya mengeluh sesak nafas kemudian meninggal dunia. Hal ini sama seperti yang meninggal di Jalan Brobahan, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur,”kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas, Sadiyanto, Jumat, 7 Agustus 2020.

 Dinas Kesehatan  segera sudah melakukan tracing terhadap 59 pegawai di lingkungan Dinsospermades Banyumas. “Sudah dilakukan tracing dan sudah didisinfektan. Sekarang tinggal menunggu hasil swab untuk pegawai lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Mohammed bin Salman Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Mata-mata Arab Saudi Lewat Lembaga Filantropi

Purwokerto-Banjarnegara

Kepala Dinsospermades Banyumas Kartiman menambahkan, wanita tersebut  bekerja di bagian rehabilitasi sosial Dinsospermasdes sejak tiga tahun lalu.  Bukan warga Banyumas, dia hanya domisili saja. tapi KTP masih Banjarnegara. Di Purwokerto,   tingga di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan.

“Dia sering sering bolak balik Banjarnegara Purwokerto, karena informasinya mau menikah,” jelasnya.

Menurut informasi, yang bersangkutan masuk ke RSUD Margono 23 Juli 2020. Seperti sudah swab dua kali. "Secara fisik kelihatan sehat, kalau untuk secara pribadi punya penyakit apa atau sakit-sakitan kita tidak begitu tahu. Umurnya masih muda. Asal pekerja sosial yang meninggal dunia ini dari Banjarnegara,” paparnya.

 Baca Juga: Juventus vs Lyon di Liga Champions: Paulo Dybala Diragukan Bisa Tampil, Sarri Siapkan Higuain

Kartiman baru mengetahui pegawainya seorang OTG, baru diketahui  Jumat, 31 Juli 2020 lalu. Setelah itu, satu ruangan bidang rehabilitasi sosial Dinsospermasdes ditutup sejak 27 Juli lalu.

Proses sterilisasi dan penyemprotan desinfektan dilakukan selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat, 31 Juli 2020. Selain itu, seluruh pegawai Dinsospermasdes juga sudah telah menjalani tes swab.

“Paling tidak setelah 14 hari, kan menurut Dinas Kesehatan sudah bisa digunakan lagi. Setelah di desinfektan, kemudian personel dari kami sudah di swab test. Mudah-mudahan hasilnya menggembirakan, semuanya negatif dari Covid-19, ini harapan kami kan seperti itu. Tapi hasilnya belum keluar,” ujarnya.

Terkait pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Jalan Brobahan, Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto, Pemkab Banyumas bersama dengan Dinas Kesehatan Banyumas melakukan tracking. 

"Ada sekitar 200 orang yang akan tracking. Mereka orang-orang terdekat dari pasien ini. Tadi sudah dirapatkan bersama dengan Bupati dan Dinkes,” kata Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X