Fakta Baru Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok: Dua Tersangka KS dan EJ Tidak Ditahan

- 6 Agustus 2020, 19:21 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.* /Instagram.com/@basukibtp

PIKIRAN RAKYAT - Polda Metro Jaya merilis perkembangan kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Polisi telah menangkap dua orang yang dilaporkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas tuduhan pencemaran nama baik. Satu tersangka inisial KS (67) yang telah ditangkap sebelumnya dan kini satu tersangka lagi yaitu EJ (47).

Sebelumnya polisi telah mengumumkan inisial pelaku adalah KS yang berhasil diamankan pada 29 Juli 2020 lalu di Denpasar, Bali.

Baca Juga: Satgas Sambut Baik Usulan Jabar Gandeng Swasta dalam Testing PCR

Polisi mengatakan laporan tersebut berasal dari Ahmad Ramzy yang merupakan kuasa hukum Ahok dan Puput Nastiti Devi.

"Kemarin saya sudah merilis bahwa satu tersangka kita amankan yang satu dijemput lagi, karena ada dua yang dilaporkan disini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Jakarta, 6 Agustus 2020, dalam konferensi pers secara daring.

Yusri mengatakan kedua tersangka diprasangkakan di pasal 27 di UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara. Namun kedua tersangka tidak dilakukan penahanan.

Baca Juga: Viral Kisah Pilu Anjing Peliharaan, Ditabrak Mobil Saat Dibuang Semena-mena Majikannya

"Sampai dengan saat ini kedua tersangka tidak kita lakukan penahanan, memang keduanya datang untuk pemeriksan tambahan yang dibutuhkan penyidik," ujar Yusri.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X