Vaksin Asal Tiongkok yang Diuji di Kota Bandung Terbuat dari Virus Covid-19, Tim Uji: Tidak Bahaya

- 22 Juli 2020, 16:39 WIB
Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran menjelaskan tentang vaksin Covid-19 asal Cina yang akan diuji klinis di Bandung, di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Rabu 22 Juli 2020. Vaksin tersebut diyakini aman karena telah melewati tiga fase penelitian di negara asalnya.*
Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran menjelaskan tentang vaksin Covid-19 asal Cina yang akan diuji klinis di Bandung, di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Rabu 22 Juli 2020. Vaksin tersebut diyakini aman karena telah melewati tiga fase penelitian di negara asalnya.* /Pikiran-Rakyat.com/Rani Ummi Fadilla

Selanjutnya, penelitian memasuki fase 3. Vaksin asal Tiongkok tersebut diuji coba di negara lain, diantaranya India, Bangladesh, beberapa negara Amerika Latin, dan Indonesia.

"Jadi, keamanan (vaksin) sudah dicoba berkali-kali. Sementara (penelitian) vaksin dari negara lain baru mulai fase 1," ucap Kusnandi.

Baca Juga: Tampangnya Serupa dengan X-MAX, inilah Spesifikasi Yamaha Cygnus Gryphus yang Baru Saja Diluncurkan

Dua Kali

Dia mengatakan, karena vaksin asal Tiongkok itu terbuat dari virus Covid-19 yang dimatikan, maka penyuntikkan perlu dilakukan dua kali. Penyuntikkan akan dilakukan kepada 1.620 relawan di Bandung.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi relawan. Salah satunya, berusia 18 tahun hingga 59 tahun. Relawan juga harus dalam keadaan sehat, tidak terjangkit Covid-19.

Eddy menambahkan, tim uji klinis akan memberi sosialisasi kepada masyarakat Bandung terkait uji klinis vaksin. Sudah banyak relawan yang menyatakan bersedia, tetapi berasal dari Jakarta. Dengan demikian, relawan tersebut tidak bisa diterima karena pemantauan setelah penyuntikkan vaksin akan sulit dilakukan.

Baca Juga: Tim Peneliti FIK UI Kembangkan Buku Digital Kesehatan Ibu dan Anak di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk tahap pertama, selama tiga bulan, pemberian vaksin dilakukan kepada 540 relawan. Sisanya, 1.080 relawan akan disuntik vaksin secara bertahap selama tiga bulan berikutnya.

"540 orang itu modal awal diperiksa keamanan dan kekebalan untuk modal daftar ke BPOM supaya bisa diregistrasi vaksinnya," ujar Eddy.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X