Singgung Soal Anggaran, Pengamat Sebut Skema Politik Dua Kutub Lebih Baik

- 4 Februari 2023, 16:55 WIB
Ilustrasi skema politik.
Ilustrasi skema politik. /Pixabay/Wokandapix

PIKIRAN RAKYAT - Meskipun koalisi partai politik (parpol) untuk pemilihan presiden-wakil presiden 2024 belum final, skema politik menunjukkan adanya dua kutub besar. Keberadaan dua kutub itu lebih baik daripada banyak kutub yang mengakibatkan biaya politik pun lebih besar.

Menurut pengamat politik Muradi Clark, skema politik yang terlihat adalah satu kutub yang ingin meneruskan posisi politik saat ini. Sementara, kutub lain ingin perubahan dengan situasi politik yang baru.

"Bicara soal kutub politik, selama dalam posisi yang tidak menggunakan pendekatan SARA, enggak ada masalah. Kutub politik yang ingin perubahan dan ingin melanjutkan, keberadaan dua kutub itu oke," ujar Muradi.

Meski sekarang sudah ada tiga koalisi, ia mengatakan, semangatkan mengerucut ke dua kutub itu.

Baca Juga: Deretan Dugaan Pelanggaran Kode Etik yang Dilakukan Bripka Madih

Ketiga koalisi yang ada saat ini adalah Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar-PAN-PPP), Koalisi Perubahan (Nasdem-Demokrat-PKS), serta koalisi Gerindra-PKB. PDI Perjuangan belum berkoalisi dengan parpol manapun untuk persiapannya menuju pilpres.

Menurut Muradi, PAN dan PPP dalam posisi yang masih bingung apakah mengarah ke kutub yang melanjutkan posisi politik saat ini, atau ingin perubahan.

Parpol-parpol masih menunggu, karena ingin melihat dulu siapa calon yang diusung untuk meneruskan kepemimpinan Joko Widodo. Di sisi lain, mereka pun sedang menilai Anies Baswedan sebagai capres yang saat ini ada di kutub perubahan.

"Survey untuk dua kutub ini sama-sama kuat, sehingga memungkinkan sekali terjadi perubahan dalam koalisi yang sudah terbangun saat ini. Aktor utama untuk kutub yang melanjutkan adalah PDIP, namun mereka belum menentukan calon yang akan diusung, apakah Puan, Ganjar, atau yang lain," ujarnya.

Halaman:

Editor: Bayu Nurullah


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x