Putri Candrawathi Sebut Brigadir J Tak Hanya Lakukan Pelecehan

- 25 Januari 2023, 15:23 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi (tengah), bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023.
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi (tengah), bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023. /Antara Foto/Aprillio Akbar

PIKIRAN RAKYATPutri Candrawathi, terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Rabu, 25 Januari 2023. Sidang lanjutan tersebut beragenda pembacaan nota pembelaan dari Putri Candrawathi.

Dalam agenda tersebut, Putri Candrawathi menyebut Brigadir J tak hanya melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Akah tetapi, Brigadir J juga pernah mengancam untuk membunuhnya dan orang-orang terdekatnya.

"Yosua melakukan perbuatan keji. Dia melakukan kekerasan seksual, menganiaya, dan mengancam membunuh, bukan hanya bagi saya, melainkan juga orang-orang yang saya cintai jika ada orang lain yang mengetahui apa yang ia lakukan,” kata Putri Candrawathi, Rabu, 25 Januari 2023.

Putri Candrawathi pun merasa takut saat peristiwa tersebut berlangsung pada 7 Juli 2022. Istri Ferdy Sambo itu juga mengaku mengalami trauma serta menanggung malu berkepanjangan atas peristiwa tersebut.

Baca Juga: Jokowi Sindir BKKBN dan Puji Respons Cepat Polri Soal Video Ibu Beri Bayi Kopi Susu Saset

“Bukan hanya saya, tetapi juga seluruh anggota keluarga kami,” ujarnya.

Putri Candrawathi mengaku malu ketika menceritakan peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah tersebut kepada suaminya. Ia menjelaskan pada saat itu, suaminya terlihat bergetar dan tarikan napasnya pun berat.  

"Saya hancur dan malu sekali saat harus menceritakan kejadian kelam tersebut. Tidak bisa dijelaskan bagaimana dinginnya suasana pembicaraan tersebut. Sesekali saya memandang suami. Matanya kosong, tubuhnya bergetar, dan tarikan nafasnya menjadi sangat berat," ucapnya.

"Saya berjalan ke kamar, meninggalkan suami yang masih duduk di ruangan tadi," tuturnya menambahkan.

Baca Juga: 3 Poin Tuntutan Perangkat Desa se-Indonesia, Mendagri Dapat Keluhan Kesewenangan Para Kades

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x