Polemik RUU HIP Picu Gelombang Protes, Puan Maharani Singgung RUU Lain yang Sudah Diajukan

- 16 Juli 2020, 19:05 WIB
PUAN Maharani saat diwawancarai mengenai wabah virus corona.* /DPR

PIKIRAN RAKYAT - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta masyarakat mengakhiri polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) setelah pemerintah mengajukan RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Puan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu kembali terutama dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) dan dampaknya yang sedang menghantam Indonesia.

"Segala pertentangan pemikiran dan sikap yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini terkait dengan RUU HIP sudah dapat kita akhiri dan kita kembali hidup rukun dan damai," kata Puan dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020.

Baca Juga: Seniman Bekasi Ngebet Ingin Manggung Lagi, Penyedia Jasa Hiburan pun Jual Aset karena Pandemi

Puan menjelaskan RUU BPIP adalah konsep yang diajukan pemerintah dalam merespons draf RUU HIP yang menjadi usulan DPR. Ia bilang substansi dalam RUU BPIP berbeda dari RUU HIP.

loading...

Ketua DPP PDIP itu menyebut RUU BPIP berfokus pada kelembagaan BPIP. RUU itu terdiri dari 7 bab dan 17 pasal, berbeda dengan RUU HIP yang berisikan 10 Bab dan 60 pasal.

"Hanya memuat ketentuan tentang tugas, fungsi, wewenang, dan struktur kelembagaan BPIP. Sementara pasal-pasal kontroversial, seperti penafsiran filsafat, sejarah Pancasila, dan lain-lain sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Baca Juga: Kota Tasikmalaya Tambah Kasus Positif Covid-19, Hasil Swab yang Lama Jadi Kendala

Puan juga mengklaim kalau RUU BPIP tak akan terburu-buru dibahas. Ia memastikan DPR dan pemerintah akan membuka pembahasan rancangan itu ke masyarakat.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X