Wakili Mahasiswa dan Buruh, 20 Orang Masuk Gedung DPR Audiensi RUU Omnibus Law Cipta Kerja

- 16 Juli 2020, 18:41 WIB
Massa dari berbagai elemen melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. /Antara/Dhemas Reviyanto

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 20 orang mewakili massa buruh dan mahasiswa, memasuki Gedung DPR RI Kamis, 16 Juli 2020 petang.

Setelah massa yang menolak RUU Cipta Kerja menunggu dengan mengepung Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak siang hari.

Sementara perwakilan audiensi, kondisi di luar gedung terpantau kondusif, meski terdapat pengamanan ketat dan kendaraan water canon.

Baca Juga: Ada Sejumlah Kasus Positif Covid-19, Terminal Tipe A di Kota Bogor Ini Justru Tetap Beroperasi

Berbeda halnya dengan lalu lintas sekitar yang cukup terganggu dengan penutupan hingga rekayasa contraflow, demikian Pikiran-rakyat.com kutip dari Antara. 

loading...

Kondisi Jalan S Parman maupun Tol Cawang-Grogol dilaporkan hingga magrib, masih lancar dan tidak terkendala oleh penyampaian aksi penolakan RUU Cipta Kerja.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan arus lalu lintas di arah Semanggi yang menuju ke DPR/MPR RI itu dibelokkan ke kiri di bawah jembatan layang ke arah pintu 10 (GBK) maupun ke depan Hotel Mulia.

Baca Juga: Barcelona vs Osasuna: Dua Pilar Barca Siap Turun Bertanding Lagi

Pengalihan arus lalu lintas lainnya dilakukan di pertigaan depan Halte Mulia, kendaraan akan diarah ke kanan menuju Lapangan Tembak atau ke arah pintu belakang DPR/MPR RI.

"Dari situ lurus terus sampai ke lampu lalu lintas Palmerah. Baru nanti kendaraan di situ baru bisa ke kanan untuk menuju ke Slipi atau ke kiri menuju Permata Hijau ataupun Arteri Pondok Indah," kata Sambodo.

"Contraflow" (lawan arus) juga akan diberlakukan di Stasiun Palmerah karena adanya massa aksi yang menuju di Gedung Manggala Wanabhakti.

Baca Juga: Khawatir Masyarakat Kaget dan Tidak Simpati, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Tidak Terapkan Denda Masker

"'Contraflow' di seputar Stasiun Palmerah, sehingga nanti arus dari arah Pejompongan itu akan kita bagi dua di depan Stasiun Palmerah," ujar Sambodo.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X