Beri Shock Therapy Masyarakat agar Waspada, Gugus Tugas Covid Sebut Solo Masuk Kategori 'Zona Hitam'

- 14 Juli 2020, 07:26 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dengan masker berisi ajakan ketika menjelaskan soal 53 pemudik dini yang wajib karantina mandiri.* /null

PIKIRAN RAKYAT - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ahyani menyebutkan bahwa Kota Solo termasuk ke dalam kategori zona hitam, yakni shock therapy agar masyarakat waspada akan bahaya virus corona

Wali Kota  Solo, Fx Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa sebenarnya istilah zona hitam itu bukan bagian dari zona hijau, kuning, oranye, atau merah. 

"Tujuannya untuk shock therapy, biar masyarakat waspada seperti waktu Kota Solo dinyatakan dalam status KLB," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Balai Kota Solo, Senin, 13 Juli 2020.

Baca Juga: 62.000 Lebih Kasus Baru di AS, Update Corona Dunia per 14 Juli 2020

"Kalau 60 persen dari warga Kota Solo terpapar Covid-19 baru bisa dikatakan masuk zona hitam," ujar Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy. 

loading...

Tetapi di antara 15 orang penderita baru positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr. Moewardi, 10 orang bukan warga Kota Solo dan sisanya merupakan penderita rujukan dari rumah sakit lain di luar kota Solo.

Tercatat Kota Solo yang kini termasuk ke kategori zona merah, yaitu di Kelurahan Mojosongo dan Jebres, hanya berjumlah 5 orang yang berarti sebenarnya masih jauh di bawah kategori zona merah, yaitu 1 persen jumlah penduduk. 

Baca Juga: Hasil Lengkap La Liga: Laju Real Madrid Tak Tertahan, Selangkah Lagi Jadi Juara

Terkait dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi, Wali Kota Solo minta, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, agar memberi akses data pasien Covid-19 ke Gugus Tugas Kota Solo.

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: Galamedianews


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X