Sebabkan Miskonsepsi Pada Masyakarat, DPR Sepakat Tak Gunakan Lagi Istilah 'New Normal'

- 13 Juli 2020, 19:37 WIB
Petugas memberi sosialisasi kepada warga tentang new normal di Kandanghaur, Indramayu, Senin 8 Juni 2020.* /GELAR GANDARASA/”PR”

PIKIRAN RAKYAT - Komisi VIII DPR RI mengambil sikap terkait istilah 'new normal' yang seringkali digunakan pemerintah untuk menjelaskan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

DPR memutuskan tidak lagi akan menggunakan istilah tersebut untuk sosialisasi protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Ini dikarenakan, istilah tersebut rancu dan sering menyebabkan miskonsepsi pada masyarakat luas.

Baca Juga: Lima Tahanan di Palembang Kabur, Dua Berhasil Ditangkap dan Tiga Orang Masih Menjadi Buronan

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto pada acara Rapat Kerja Bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Senin, 13 Juli 2020.

"Itu (new normal) istilah asing yang betul-betul asing bagi rakyat. Frasa apa yang digunakan agar masyarakat paham bahwa pandemi ini belum berakhir dan risikonya masih tetap tinggi?, " jelas Yandri, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

loading...

Yandri kemudian mendukung pernyataannya berdasarkan sebuah data yang ia bawa.

Baca Juga: Periksa Kekasih Editor Metro TV, Polisi Selidiki Kemungkinan Adanya Orang Ketiga

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi protokol kesehatan dengan menggunakan berbagai istilah berbahasa asing tidak memberikan dampak positif pada pencegahan pandemi Covid-19.

Sebaliknya, Kurva kasus positif Covid-19 justru malah terus naik menunjukan bahwa sosialisasi dari pandemi mematikan ini belum berjalan maksimal.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X