[UPDATE] Kasus Corona DKI Jakarta 13 Juli 2020, 9.408 Orang Sembuh

- 13 Juli 2020, 17:20 WIB
KABID Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr. Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani, M.Epid, saat memberikan daily brief terkait Covid-19 * /Dok. YouTube Pemprov DKI Jakarta

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperbaharui jumlah kasus virus corona di wilayah DKI Jakarta pada Senin 13 Juli 2020.

Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta terus bertambah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dr. Dwi Oktavia Tatri Lestari Handayani, M.Epid, memberikan daily brief terkait Covid-19 melalui siaran live pada akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga: Bioskop di Jabar Belum Boleh Dibuka, Ridwan Kamil Singgung Soal Cepatnya Penyebaran Virus Corona

Dwi mengatakan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hari ini terdapat penambahan jumlah kasus sebanyak 279 orang.

Sehingga kumulatif kasus positif di DKI Jakarta sebanyak 14.640 orang, dan sebanyak 9.408 orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

"Sementara pasien meninggal sebanyak 710 orang," kata Dwi, dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam Media Update Penanganan Covid-19 Jakarta.

loading...

Baca Juga: Jabar Denda Rp150.000 untuk Warga yang Tak Pakai Masker, Kecuali 4 Kriteria Berikut 

Lebih lanjut Dwi menyebutkan sebanyak 597 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.925 orang melakukan isolasi mandiri atau self isolation di rumah.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 397 orang, dan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 821.

Weningtyas juga menjelaskan mengenai pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) telah dilakukan di DKI Jakarta pada 12 Juli 2020 sebanyak 3.429 orang.

Baca Juga: Tips Hilangkan Bau pada Helm Kesayangan Anda, Cukup Gunakan 'Bubuk' Sederhana ini

"Secara kumulatif sampai dengan 12 Juli 2020 dilakukan pemeriksaan pada 399.249 sample, dimana 2.893 sample diantaranya dilakukan untuk menegakan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 279 positif dan 2.614 negatif," ujarnya.

Selain itu, rapid test masih tetap dilakukan dan diprioritaskan kepada lansia dan orang dengan penyakit tertentu.

Dwi menyebut sebanyak 269.380 orang telah menjalani rapid test dengan persentase positif sebesar 3,4 persen.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X