Dulu Semua Laut dan Belum Seperti Sekarang, Nelayan Bocorkan Waktu Pertama Kali Reklamasi Ancol

- 12 Juli 2020, 06:44 WIB
Daeng Darwis menunjukkan lokasi reklamasi Ancol sebagai tempat pembuangan lumpur hasil kerukan sungai dan waduk di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).* / ANTARA/Fauzi Lamboka

PIKIRAN RAKYAT - Reklamasi di pesisir pantai Ancol disebut oleh sejumlah nelayan di teluk Jakarta telah dilakukan bahkan sejak belasan tahun yang lalu.

"Dulunya di sini semua laut, belum seperti sekarang ini," kata salah seorang nelayan, Daeng Darwis, saat ditemui Antara, di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2020.

Hal ini dikatakan Daeng lantaran dia telah menjadi nelayan dan mengoperasikan kapal di teluk Jakarta sejak puluhan tahun silam.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Makepung Bali, Balapan Kerbau yang Masih Eksis Sampai Kini

Ketika saat itu, Daeng dan sejumlah nelayan lainnya bekerja dengan menyewakan kapal yang mengangkut para pekerja yang memindahkan pasir pantai dari tongkang ke kapal kecil, menuju pantai Ancol.

loading...

Tapi seiring waktu, pantai Ancol terus menghilang dan dilakukan penimbunan hingga saat ini. Dimana setiap harinya truk-truk yang mengangkut lumpur sungai dibuang ke lokasi reklamasi di pesisir pantai Ancol.

Senada dengan Daeng, Reza seorang nelayan lainnya yang bekerja sebagai nelayan pukat kambang turut menjadi saksi perkembangan reklamasi di pesisir pantai Ancol.

Baca Juga: Jokowi Sindir Menteri yang Dianggap Seperti Cuti, Pengamat Sebut 5 Orang dalam Prediksinya

Akibat reklamasi itu, puluhan nelayan itu merasakan dampak karena semakin susahnya akses mereka untuk mendapatkan tempat berlabuh kapal.

"Sebagian besar nelayan paham dampak reklamasi, tetapi tidak tahu menyampaikan harapan dan masukan kepada siapa," kata Reza dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 237 tahun 2020 pada 24 Februari 2020 tentang izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi dunia fantasi seluas 35 hektar dan Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 hektar sebagai upaya untuk melindungi warga Jakarta dari banjir.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X