KPU Pastikan Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19 Prioritaskan Keselamatan Semua

- 7 Juli 2020, 20:21 WIB
Logo KPU pada mural sebuah tembok di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten.* /ANTARA/Fauzan

PIKIRAN RAKYAT - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia menegaskan kalau pihaknya siap menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua KPU RI Arief Budiman saat menjadi pembicara pada Sawala Pikiran Rakyat yang digelar oleh Pikiran Rakyat bersama KPU Provinsi Jawa Barat, Senin, 6 Juli 2020.

Menurut Arief, dengan seluruh perangkat hukum dan anggaran yang telah disiapkan, KPU telah memprioritaskan keamanan dan kesehatan baik penyelenggara maupun pemilih dalam Pilkada kali ini.

Baca Juga: Twitter Blokir 16 Akun Palsu yang Sebar Propaganda Negara Timur Tengah

Di antaranya dengan mempersiapkan alat pelindung diri bagi penyelenggara maupun pemilih mulai dari masker hingga yang lebih ketat seperti baju hazmat.

Selain itu penyelenggara mulai dari PPK, PPS, PPDP, dan KPPS, juga diberi vitamin untuk menjaga kesehatan, rapid tes, hingga pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan di tempat pemungutan suara.

"Prinsipinya dalam penyelenggaraan Pemilu ini kami harus melindungi dua hal, kesehatan dan keselamatan," kata Arief.

Baca Juga: Kunker ke RS Malangbong, Komisi II DPRD Garut: Kondisi Tak Layak, Sayang Uang APBD Digitu-gitu

Arief tak memungkiri dengan diselenggarakannya Pilkada di tengah pandemi maka menghadirkan konsekuensi yang lain jika dibanding gelaran pemilu sebelumnya.

loading...

Untuk meminimalisir penumpukkan manusia, KPU membatasi jumlah pemilih per TPS yang semula 500 pemilih menjadi 800. Kebijakan ini tentunya berimbas juga pada penambahan jumlah TPS, anggaran, personel, hingga APD yang perlu disiapkan tadi.

"Yang semula 253.929 TPS untuk 800 pemilih per TPS menjadi 304.927 TPS. Konsekuensi penambahan anggarannya Rp 857.378.376.000," ucap dia.

Baca Juga: 3 Cara untuk Mengobati Mata yang Gatal, Salah Satunya Pakai Es Batu

Adapun tantangan lain yang akan dihadapi adalah tingkat partisipasi pemilih. Menurut Arief banyak pihak yang menyangsikan kalau penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi tak akan diikuti dengan baik oleh pemilih.

Namun pihaknya optimistis untuk terus berupaya dengan sejumlah langkah yang telah ditetapkan mulai dari sosialisi tidak langsung melalu media hingga sosialisasi langsung dengan datang kec kantung-kantung komunitas dan penyelenggaraan diskusi.

Arief menegaskan kalau meningkatkan dan menjaga partisipasi publik pada Pemilu juga merupakan tugas kandidat. Dalam beberapa kajian, kata Arief, berhasilnya pelaksaan Pemilu sering dipengaruhi juga oleh kualitas kandidat yang bertarung.

Baca Juga: Meski Banyak Tantangan di Era Pandemi, KPU Jabar Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2020

"Kalau pileg ya kualitas partai, kalau Pilpres atau Pilkada kualitas kandidatnya. Kalau kandidat yang maju dirasa tak bisa memimpin maka partisipasinya bisa rendah," ucap dia.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Prof Muradi menilai kalau KPU sebagai penyelenggara mestinya juga jeli melihat kondisi di daerahnya masing-masing.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Denpasar Update

Raja dan Penari Joged

11 Agustus 2020, 07:45 WIB
X