Ancaman Sesar Lembang Disebut Lebih Dahsyat Dibanding Cimandiri, Membentang dari Manglayang hingga Padalarang

- 22 November 2022, 09:45 WIB
Ilustrasi. Gempa Cianjur magnitudo 5,6 pada Senin, 21 November 2022 disebabkan adanya aktivitas sesar Cimandiri.
Ilustrasi. Gempa Cianjur magnitudo 5,6 pada Senin, 21 November 2022 disebabkan adanya aktivitas sesar Cimandiri. /Twitter/@DaryonoBMKG.

PIKIRAN RAKYAT – Selain Sesar Cimandiri yang diduga jadi biang bencana gempa di Cianjur Jawa Barat, Sesar Lembang kembali mendapat perhatian.

Terutama karena disebut-sebut beresiko menyebabkan bencana lebih dahsyat jika terjadi patahan atau pergeseran.

Untuk diketahui, di Provinsi Jawa Barat, terdapat beberapa sesar atau patahan aktif diantaranya adalah Sesar Lembang.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube BNPB Indonesia, diketahui, Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer, dari Gunung Manglayang di Timur Bandung ke sekitar wilayah Padalarang.

 Baca Juga: 2.345 Rumah di Cianjur Rusak Akibat Gempa, BNPB Ungkap Janji Pemerintah

Lebih rincinya, Sesar Lembang mengitari tepi utara kota Bandung, dan beberapa di Selatan Gunung Tangkuban Perahu, salah satu gunung api yang hingga kini masih aktif di Indonesia.

Jika terjadi pergerakan, maka Sesar Lembang dapat menimbulkan adanya gempa tektonik maupun longsor dan memiliki periode ulang sekitar 170 hingga 670 tahun.

Sedangkan, terakhir kali terjadi bencana alam hasil Sesar Lembang ialah sekitar 500 tahun lalu. Artinya, sejak rentang hari ini hingga 100 tahun mendatang, kemungkinan bencana akan selalu ada.

Menjadi perhatian BNPB Indonesia, bahwa sepanjang sesar Lembang terdapat berbagai lokasi dan fasilitas pariwisata marak dibangun.

Halaman:

Editor: Siti Aisah Nurhalida Musthafa

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x