Pengamat: Warga DKI Jakarta Tidak Siap Hadapi New Normal

- 6 Juli 2020, 19:15 WIB
Dokumentasi - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) meninjau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (3/11/2019). Setelah dihentikan sejak 11 Maret 2020 untuk menghindari penyebaran virus corona (COVID-19), Anies secara bertahap mulai pekan depan membuka kembali jalur sepeda dan pejalan kaki dengan pembatasan sesuai protokol kesehatan, yakni menjarak fisik.* /Antara/Dhemas Reviyanto

PIKIRAN RAKYAT - Pengamat menilai persentase kesiapan warga DKI Jakarta dalam menghadapi new normal relatif kecil.

Apalagi data menunjukkan bahwa angka kasus Covid-19 di Jakarta masih meningkat bahkan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Data tersebut disampaikan oleh kolaborator LaporCovid.org, Sulfikar Amir.

Baca Juga: Bertambahnya Kasus Covid-19 di Indramayu Diiringi oleh Kesembuhan Empat Pasien

Dalam artikel terbitan Wartaekonomi.co.id, Sulfikar Amir menyebutkan ada beberapa faktor yang mendasari kurang siapnya warga DKI Jakarta menyambut new normal.

loading...

Sulfikar juga menyoroti soal masih banyaknya pengguna transportasi umum Transjakarta dan Commuter Line dalam masa PSBB.

"Berdasar analisi data, kami melihat warga DKI kurang siap menghadapi new normal," kata Sulfikar Amir dalam keterangan pers yang digelar pada Senin, 6 Juni 2020.

Sulfikar juga mengatakan, seiring dengan meningkatnya jumlah tes molekuler yang dilakukan, transmisi kasus masih menunjukkan peningkatan.

Baca Juga: Seorang Biduan Jadi Pengedar Narkoba, Polisi: Penyuplainya Berasal dari Jaringan Lapas di Jawa Barat

Halaman:

Editor: Andika Thaselia Prahastiwi

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X