Pesepeda Dianggap Pengganggu, Peneliti Transportasi: Perencanaan di Indonesia Masih Utamakan Mobil

- 2 Juli 2020, 13:00 WIB
ILUSTRASI pengguna sepeda melintasi jalanan kota.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Sepeda yang tiba-tiba saja ramai digunakan jalanan kota di Indonesia usai pandemi menimbulkan pro kontra.

Tak sedikit orang yang merasa terganggu dengan keberadaan mereka, terutama pengguna kendaraan bermotor, sampai-sampai pesepeda jadi bulan-bulanan netizen di media sosial.

Peneliti transportasi menilai situasi ini muncul lantaran kebijakan pemerintah di Indonesia masih mengutamakan kendaraan bermotor hingga kini.

Baca Juga: Menangis saat Curhat pada Tukul Arwana, Nikita Mirzani: Niki Tak Bisa Tolak Kenyataan

Rian Wicaksana, Transport Associate dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengungkapkan hal tersebut saat dihubungi tim Pikiran-Rakyat.com pada Selasa 30 Juni 2020 lalu.

loading...

"Salah satu akar permasalahan di sini mungkin itu juga karena berpuluh-puluh tahun kebijakan perencanaan transportasi di Indonesia sangat automobile-centric," tuturnya.

Lebih lanjut, Rian menjelaskan cara pandang demikian digunakan sejak tahun 1980-an.

Baca Juga: Covid-19 Belum Usai Tiongkok Peringatkan Virus Flu Babi Baru Menular ke Manusia,Ini Kata Kemenkes RI

"Kecenderungan perencanaannya (jalan) tuh benar-benar buat mobil saja, baik dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri," tegas Rian.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Fix Padang

Mengenang 118 Tahun Bung Hatta

13 Agustus 2020, 00:06 WIB
X