Beberapa Isu Lingkungan Mencuat, Sektor Pariwisata Harus Berbenah

- 1 Juli 2020, 14:13 WIB
Candi Borobudur. Peninggalan Dinasti Syailendra.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Di masa pandemi Covid-19 ini merupakan kesempatan baik untuk digunakan perbaikan aspek-aspek lingkungan pada sektor pariwisata di Indonesia. Ada beberapa isu lingkungan yang perlu mendapat perhatian seperti soal waste management.

"Saya memberi contoh kondisi sampah di Bali yang sangat memprihatinkan dan telah diliput oleh salah satu media internasional," kata Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Fakih, Rabu 1 Juli 2020.

Menurut penelitian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Bali, tercatat timbunan sampah di Provinsi Bali sebanyak 1,6 juta ton per tahun.

Baca Juga: Belajar di Sekolah Mulai 13 Juli 2020 di Zona Hijau, Kelas Hanya Boleh Terisi 18 Siswa

"Dengan rata-rata timbunan per hari 4281 ton. Dari jumlah tersebut, 52 persen di antaranya belum tertangani dengan baik. Ini bisa menjadi kampanye negatif untuk Bali,” kata doktor ilmu lingkungan tersebut.

loading...

Isu kedua adalah mengenai konservasi. Fikri menyebutkan, perlu memerhatikan carrying capacity dan ecological footprints karena sumber daya kita terbatas. Ia menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu saat memimpin kunjungan kerja ke Borobudur.

Borobudur itu ada kapasitasnya, maksimal 128 orang dalam satu waktu secara bersamaan naik di lingkungan stupa, tetapi  dinaiki oleh ribuan orang. Ini tentu bahaya bagi kelestarian Borobudur,” ujar wakil rakyat asal Kota Tegal, Jawa Tengah.

Baca Juga: Pertama di Jawa Barat Kabupaten Bekasi Capai Universal Health Coverage

Lebih lanjut Fikri mendorong agar pemerintah perlu memikirkan konsep hingga penerapan konservasi, terlebih di masa persiapan pembukaan lagi pariwisata.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X