Soal 34 Importir Bawang Putih Tanpa Izin RIPH, Pengamat Politik Sebut Kementan Cuma 'Cari Muka'

- 1 Juli 2020, 08:04 WIB
ILUSTRASI bawang putih.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Di tengah masa pandemi Covid-19, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi sorotan Presiden Jokowi setelah adanya laporan terkait 34 perusahaan importir bawang putih

Sebelumnya, Kementan melaporkan ke Tugas Pangan Mabes Polri terkait 34 importir bawang putih yang melakukan importasi tanpa ada izin terlebih dahulu. 

Tidak adanya rekomendasi impor produk holtikultura (RIPH) pada kasus 34 importir bawang putih ini dinilai inkonsistensi dan menunjukkan komunikasi yang tidak baik dan tidak kompaknya tubuh Kementan

Baca Juga: Hasil Lengkap Serie A: Persaingan Ketat, Juventus dan Lazio Sama-Sama Raih Kemenangan

Igor, selaku pengamat politik dari Universitas Jayabaya menyampaikan pelaporan ini terkesan menumbalkan pengusaha untuk kepentingannya.

loading...

“Ini laporan, seperti cuma ‘cari muka’ dan buang badan saja. Kalau ada kesalahan dengan relaksasi ini, menterinya ingin tetap aman dari reshuffle. Diprediksikan 90 persen akan ada reshuffle. Menteri bersangkutan (SYL. red) peluang digesernya sangat besar, ” kata Igor dalam siaran persnya, Selasa 30 Juni 2020.

Dia mempertanyakan, kenapa ada dua elemen di Kementan yang sikapnya berbeda terhadap pelaksanaan relaksasi impor itu.

Baca Juga: Update Virus Corona di Dunia, Rabu 1 Juli 2020: AS Laporkan 42.189 Kasus Baru dalam 24 Jam

Pasalnya, relaksasi importasi ini merupakan arahan langsung Kepala Negara untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok termasuk bawang putih dikala pandemi covid-19 yang dijalankan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2020.

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: Galamedianews


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X