Lonjakan Kasus Covid-19 di Semarang, Ganjar Pranowo Ungkap Klaster ASN, Pegawai PLTU, dan Pasar

- 30 Juni 2020, 19:37 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di di kantor Gradika Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa, 30 Juni 2020. /DOK. HUMAS JATENG

PIKIRAN RAKYAT - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  melaporkan progres penanganan Covid-19 kepada  Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 30 Juni 2020.

Ganjar pun memaparkan bahwa ada dua wilayah di Semarang Raya yang masih berisiko tinggi terhadap penyebaran virus corona.

Baca Juga: Jabar Raih Opini WTP Kesembilan Atas LKPD TA 2019

Sementara kabupaten/kota lainnya menunjukkan progres penanganan yang positif

Penanganan kasus covid  masih terkonsentrasi  pada daerah yang masih risiko tinggi seperti di  Kota Semarang, Demak, dan Jepara.

Serta kabupaten pendukungnya di wilayah Semarang Raya seperti    Kendal, Kabupaten Semarang, dan Salatiga.

loading...

Baca Juga: PKB Tunjukkan Sinyal Buat Iwan-Iip Melaju di Pilkada Tasikmalaya 2020

Gubernur juga melaporkan progres penanganan covid dengan  memperlihatkan peta epidemiologi Covid-19 di Jateng. Dari peta, beberapa daerah yang sebelumnya merah, kini beranjak ke oranye dan kuning.

Sebelumnya Ganjar  menyampaikan data kasus Covid-19 di Jateng, data real time sampai sekarang, jumlah ODP 50.588 kasus, dalam pemantauan 3.922, dan selesai pemantauan 46.666.

Jumlah PDP 8.683 kasus, pasien dirawat masih 955, pasien sembuh 6.536, dengan pasien meninggal 1.192. Sedangkan positif 3.996 kasus, pasien dirawat 1.818 dan pasien sembuh 1..856 serta pasien meninggal 322 orang.

Baca Juga: Marwan Hamami : Di Kabupaten Sukabumi Masih Tersisa 8 Desa Tertinggal

Menurutnya lonjakan kasus corona di Kota Semarang dan wilayah lain  karena  aktif melakukan pemeriksaan PCR. Berdasarkan hasil rapid test ditemukan klaster  ASN, pegawai PLTU, serta pasar tradisional.

“Hasil temuan melalui PCR ada klaster pegawai PLTU, tenaga kesehatan di Jepara, pasar tradisional di Semarang, serta Lansia dan Polres di  Rembang.  masing masing klaster sudah kami lakukan tindakan isolasi bahkan Pemprov telah melibatkan Polda Jateng untuk membantu isolasi,” katanya.

Selain itu pihaknya secara intens  melakukan komunikasi dan rapid test kepada mereka yang berasal dari klaster Gowa, dan Temboro.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X