Presiden Jokowi Bernada Keras saat Rapat Kabinet, Nevi: Sudah Mulai Peduli pada UMKM Meski Terlambat

- 30 Juni 2020, 10:55 WIB
Ilustrasi. Penjahit mengerjakan pekerjaannya di salah satu konveksi kaos di Jalan Manisi, Kota Bandung, Senin 13 April 2020. UMKM diusulkan memperoleh kemudahan kredit di tengah pandemi Covid-19.* /Pikiran-Rakyat.com/Arif Hidayah

PIKIRAN RAKYAT - Nada keras Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), pada rapat kabinet yang salah satunya menyinggung tentang persoalan stimulus dana Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan apresiasi dari anggota Komisi VI DPR, Hj, Nevi Zuairina.

Meskipun ini harusnya diketatkan pelaksaanaan dan pengelolaannya dari sejak Maret lalu, tapi bila pimpinan negara sudah mulai peduli UMKM, meski terlambat, masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

"Dari total anggaran sebesar Rp123,4 triliun untuk UMKM terbagi menjadi program Subsidi bunga Rp35,2 triliun dan penempatan dana restrukturisasi Rp78,7 triliun," kata Nevi dalam pernyataannya, Selasa 30 Juni 2020.

Baca Juga: Risma Bersujud dan Sebut Bantuan APD Ditolak, dr Joni: Tak Ingin Serahkah, Kami Sangat Hargai Beliau

Selain itu, anggaran UMKM juga untuk belanja IJP Rp5 triliun, dan Penjaminan modal kerja (stop loss) Rp1 triliun.

"Anggaran untuk PPh final UMKM Rp2,4 triliun dan pembiayaan investasi kepada koperasi melalui Lembaga Permodalan Dana bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM Rp1 triliun," katanya.

Berdasarkan keluhan dari berbagai komunitas UMKM di berbagai daerah, maka mereka tidak merasakan bantuan itu.

Baca Juga: Mobilnya Hangus Tak Bebentuk, Via Vallen Sebut Pelaku Pembakaran Sudah Diamankan Polisi

"Bahkan baru-baru ini tersebar di beberapa media terkait pemerintah mengelontorkan dana Rp 30 triliun melalui perbankan untuk PEN (Penyelamatan Ekonomi Nasional), tapi untuk UMKM porsinya mesti di evaluasi kembali," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X