Biasa Didominasi Golput, Partisipasi Pemilu Korea Selatan Tinggi Meski di Tengah Pandemi

- 27 Juni 2020, 08:19 WIB
SUASANA pemilu di tengah pandemi Covid-19 Korea Selatan, 10 April 2020.* /AFP/JUNG YEON-JE

PIKIRAN RAKYAT – Meski di tengah pandemi Covid-19, pemilu legislatif nasional Korea Selatan tetap diselenggarakan, April 2020 lalu.

Kendati demikian,  pemilu tersebut terbilang berhasil dengan partisipasi lebih dari 29 juta pemilih, atau mencakup 66,2 persen dari total pemilih yang terdaftar.

Sebelum pandemi, justru pelaksanaan pemilu didominasi golput alias tidak berpartisipasi memilih.

Baca Juga: Lowongan Kerja Perum DAMRI Juni 2020, 3 Posisi Terbuka Termasuk untuk Lulusan S1 Semua Jurusan

“Ini adalah rekor partisipasi tertinggi untuk pemilu parlemen dalam 28 tahun terakhir,” kata staf bidang politik Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta Cho En-young, Jumat, 27 Juni 2020.

Menurut Cho, otoritas Korea Selatan sempat khawatir jika mobilisasi orang secara besar-besaran dalam pelaksanaan pemilu, dapat menjadi klaster penyebaran virus corona baru.

Selain itu, ada pula kekhawatiran tentang ketidakmampuan untuk melakukan kampanye politik dengan benar mengingat adanya pemberlakuan langkah-langkah pembatasan sosial.

Baca Juga: 5 Kesalahan Ketika Mandi, Salah Satunya Ternyata Jangan Dilakukan Terlalu Lama

Untuk itu, dalam masa persiapan, Komisi Pemilihan Umum (NEC) bekerjasama dengan pemerintah menyusun prosedur operasi yang terperinci untuk pemungutan suara dan penghitungan suara secara aman.

Prosedur pemilihan untuk pasien serta orang-orang di bawah karantina mandiri juga dipaparkan. Pedoman bagi pemilih untuk hari pemungutan juga dirancang dan diedarkan secara luas sebelum pemilu.

“Secara umum, orang-orang memahami bahwa pemilu harus dilaksanakan sesuai jadwal,” ujar Cho, seperti Pikiran-rakyat.com kutip dari Antara.

Baca Juga: Timnas U-16 Jadi Skuat Sepak Bola Pertama yang Menggelar TC di Tengah Pandemi

“Warga Korea Selatan memiliki kepercayaan pada kemampuan pemerintah untuk mengelola pemilu dengan aman dan saling percaya bahwa setiap orang akan dengan hati-hati menjaga protokol kesehatan,” ia menambahkan.

Selain prosedur pelaksanaan yang aman, Cho menyatakan bahwa kunci kesuksesan pemilu di Korea Selatan terletak pada kepatuhan warganya untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Protokol itu mencakup kewajiban memakai masker, menjaga jarak satu meter, pemeriksaan suhu tubuh, memakai cairan pembersih tangan, dan mengenakan sarung tangan plastik sekali pakai pada saat pemungutan suara.

Pada 10 Mei 2020, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan belum melaporkan kasus COVID-19 yang terkait dengan kegiatan pemilu legislatif yang dimenangkan oleh Partai Demokrat, yang mendukung kepemimpinan Presiden Moon Jae-in.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X