Polri Sebut Gas Air Mata Tidak Berbahaya, Dokter Paru Sebut Bisa Sebabkan Kematian

- 13 Oktober 2022, 07:59 WIB
Polri menyatakan gas air mata yang digunakan di Kanjuruhan tidak berbahaya.
Polri menyatakan gas air mata yang digunakan di Kanjuruhan tidak berbahaya. /Antara/Ari Bowo Sucipto.

PIKIRAN RAKYAT – Polri mengklaim bahwa gas air mata yang ditembakkan dalam insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tidak membahayakan tubuh dan mematikan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo bahkan mengatakan gas air mata dalam tingkatan tertinggi pun tidak ada yang mematikan.

Klaim tersebut menurut Dedi berdasar pada pendapat ahli dokter yang menangani korban-korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Dari penjelasan para ahli, dokter spesialis yang menangani para korban, baik korban yang meninggal dunia maupun korban yang luka, dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata,” ujarnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Buat Pengakuan Baru Jelang Persidangan, Tidak Pernah Suruh Bharada E Tembak Brigadir J

Namun, klaim tersebut mendapat bantahan dari seorang dokter paru di RSUP Persahabatan Feni Fitriani Taufik. Menurutnya, gas air mata bisa menjadi penyebab kematian tergantung banyaknya jumlah paparan dan kondisi korban.

“Kalau disertai pajanan (exposure) yang besar, ditambah kondisi lain sehingga kerusakan di paru lebih lanjut, itu yang bisa berakibat fatal. Walaupun sebenarnya tidak banyak tapi dengan multifikasi efek itu mungkin terjadi kematian,” katanya dalam talkshow daring via Instagram RSUP Persahabatan, Rabu.

Pasalnya, kata dokter Feni, gas air mata bukan semata-mata gas namun ada campuran bahan kimia padan dan kimia cair yang bersifat iritatif.

Saat disemprotkan, bahan kimia yang terkandung bisa mengenai kulit, mata, dan saluran pernapasan yang menyebabkan rasa perih, kemerahan, mata dan hidung berair, dan pilek.

Halaman:

Editor: Yudianto Nugraha

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x