Polisi Sebut Gas Air Mata Kadaluarsa 'Tidak Berbahaya', Benarkah?

- 11 Oktober 2022, 15:37 WIB
Polri mengaku menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat tragedi Kanjuruhan Malang, Mantan Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN Muhammad Said Didu memberikan kritik.
Polri mengaku menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat tragedi Kanjuruhan Malang, Mantan Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN Muhammad Said Didu memberikan kritik. /ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

PIKIRAN RAKYAT - Pihak Polisi Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan pernyataan terbaru mengenai penggunaan gas air mata di Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 awal Oktober 2022.

Menurut Polri, mereka mengakui bahwa sejumlah gas air mata yang digunakan pada para penonton itu ternyata sudah kedaluwarsa.

Beberapa dari gas air mata yang digunakan ternyata sudah habis masa berlakunya pada tahun 2021.

Tetapi, Polri malah menyebutkan gas air mata kedaluwarsa memiliki efek yang berkurang sehingga menjadi tak berbahaya, benarkah demikian?

Baca Juga: Tampil Maksimal di Jepang, Max Verstappen Rebut Gelar Juara Dunia F1 2022

Ternyata, apa yang dikatakan oleh Polri ini bertolak belakang. Ada fakta yang menjelaskan gas air mata kedaluwarsa bisa berbahaya, salah satu efeknya bisa menyebabkan kebutaan permanen.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs Kashmir Observer pada Selasa, 11 Oktober 2022, Asosiasi Dokter Kashmir (DAK) di tahun 2016 pernah mengeluarkan pernyataan soal gas air mata kedaluwarsa.

Pada saat itu, polisi di Umarabad menggunakan gas air mata pada aksi demonstrasi warga yang menentang pengemudi sembrono yang mengakibatkan 7 warga sipil meninggal.

Polisi diketahui membubarkan masa yang membludak, dengan penggunaan gas air mata kedaluwarsa, sama seperti yang terjadi di Tragedi Kanjuruhan.

Halaman:

Editor: Aldiro Syahrian


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x