LPSK: Polisi Tak Profesional karena Hapus Bukti Video Tragedi Kanjuruhan Milik Aremania

- 10 Oktober 2022, 06:25 WIB
Ilustrasi tragedi Kanjuruhan.
Ilustrasi tragedi Kanjuruhan. /Twitter.com/@PelatihBart

PIKIRAN RAKYAT - Sikap aparat Kepolisian menghapus barang bukti video tragedi Kanjuruhan milik salah seorang saksi berinisial K disayangkan berbagai pihak.

Salah satunya Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang menilai apa yang dilakukan Polisi terlalu berlebihan.

"LPSK menilai penghapusan video itu berlebihan," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu kepada wartawan di Jakarta.

Hal itu disampaikannya, menyusul pemberitaan salah seorang saksi sekaligus Aremania yang diperiksa polisi karena diduga mengunggah video yang memperlihatkan kepanikan massa saat berada di dalam Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Tragedi Suporter Arema di Kanjuruhan, LPSK: Harus Ada yang Bertanggung Jawab

Edwin Partogi Pasaribu mengatakan saksi berinisial K tersebut dijemput polisi di mes atau tempat tinggal nya pada Senin, 3 Oktober 2022.

Suporter Arema FC itu diperiksa usai mengunggah video kepanikan massa di Stadion Kanjuruhan pada Minggu, 2 Oktober 2022 siang.

K diperiksa polisi sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB dan selanjutnya diperbolehkan pulang.

"HP miliknya dipinjam, videonya di transmisi dan video yang di HP dihapus oleh pihak polisi," ucap Edwin Partogi Pasaribu.

Halaman:

Editor: Eka Alisa Putri

Sumber: Antara

Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x