PLN Patahkan Bantahan Jokowi Soal Kenaikan Daya Listrik, Netizen: Kabinet Punya Grup WA yang Ga Ada Beliau

- 23 September 2022, 07:07 WIB
Presiden Jokowi disebut blunder lantaran bertolak belakang dengan keterangan PLN terkait kenaikan daya listrik.
Presiden Jokowi disebut blunder lantaran bertolak belakang dengan keterangan PLN terkait kenaikan daya listrik. /Reuters/Willy Kurniawan

PIKIRAN RAKYAT – Demi mendukung program mendatang, yaitu penggunaan kompor listrik dalam konversi LPG 3 kilogram, PT PLN (Persero) bakal menaikkan daya listrik masyarakat.

Daripada kompromi kekecewaan rakyat lebih mendominasi, lantaran peralihan ini dinilai terlalu buru-buru dan berdampak besar pada keterjangkauan akses listrik bagi rakyat menengah ke bawah.

Bukan hanya itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya juga kena getah dari kebijakan PLN terbaru ini.

Pasalnya, pada 20 September 2022, sekitar tiga hari lalu, Jokowi tegas menyatakan bahwa penghapusan listrik 450VA itu merupakan informasi yang keliru.

 Baca Juga: Mulan Jameela soal Konversi Kompor Gas ke Kompor Listrik: Ini Terlalu Terburu-buru

Dia bahkan lantang berkata bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan mandat, untuk menjadikan pengguna listrik 450VA beralih jadi pelanggan daya 900VA.

"Tidak ada penghapusan untuk 450 VA, juga tidak ada perubahan dari 450VA ke 900VA. Tidak ada! Nggak pernah kita bicara mengenai itu,” kata Jokowi, saat ditemui usai peresmian Tol Cibitung – Cilincing di Gerbang Tol Gabus, Kabupaten Bekasi, Selasa, 20 September 2022.

“Ya saya sampaikan, tidak ada! Subsidinya untuk yang 450 tetap. Jangan sampai nanti yang di bawah (rakyat) resah gara-gara statement itu,” ujarnya lagi.

Sontak video Jokowi yang mengeluarkan pernyataan itu viral di antara ramainya pemberitaan PLN terkait kenaikan daya listrik.

Halaman:

Editor: Siti Aisah Nurhalida Musthafa

Sumber: Twitter ANTARA

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network